Kalla Berharap Kesepakatan RI-GAM Diteken Agustus
Selasa, 31 Mei 2005 17:51 WIB
Jakarta - Pemerintah berharap dokumen kesepakatan penghentian konflik bersenjata berkepanjangan antara RI dengan GAM secara menyeluruh, dapat ditandatangani pada awal Agustus 2005. Penandatanganan ini merupakan peristiwa bersejarah yang akan menjadi kado istimewa pada hari jadi RI ke-60 pada 17 Agustus 2005.Demikian diungkapkan Wapres Jusuf Kalla dalam jumpa pers menanggapi hasil pertemuan informal keempat antara delegasi RI-GAM di Filandia. "Semua berjalan baik. Saya harap sesuai jadwal, bisa tuntas 1 Agustus nanti," kata Kalla di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (31/5/2005).Berdasar pembicaran lewat telepon dengan Menkum dan HAM Hamid Awaluddin yang bertindak sebagai chief negotiation sepanjang siang ini, diketahui perundingan yang berlangsung sepekan terakhir mencapai kemajuan sangat signifikan.Lebih dari 90% masalah-masalah pokok yang selama ini jadi ganjalan kedua pihak, telah dapat diselesaikan. Misalnya saja masalah politik, ekonomi, amnesti, serta nama dan lambang Provinsi Naggroe Aceh Darussalam."Masih ada satu dua hal yang tertinggal. Belum diketahui apakah ini akan dibahas dalam pertemuan informal lagi, atau langsung menuju formal," tambahnya.Meski tidak bersedia merinci masalah tersebut, tapi yang jelas bukan mengenai permintaan GAM untuk mendapatkan bendera sendiri maupun pembentukan partai politik baru. "Sebab penyelesaikan konflik tetap dalam kerangka NKRI," tandas Kalla.
(nrl/)











































