Gunung Dempo Waspada, Masyarakat Diimbau Jangan Mendekat

Gunung Dempo Waspada, Masyarakat Diimbau Jangan Mendekat

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 10 Nov 2017 14:41 WIB
Gunung Dempo Waspada, Masyarakat Diimbau Jangan Mendekat
Foto: pos pantau gad
Palembang - Status Gunung Api Dempo (GAD), memasuki Level II atau waspada. Masyarakat sekitar diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya muntahan abu vulkanik kembali.

Dari data yang dihimpun detikcom melalui stasiun Badan Matreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mencatat status ini meningkat setelah gunung yang berada di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan menunjukkan ada aktivitas aktif.

"Berdasarkan hasil analisa data pengamatan visual maupun instrumental, disimpulkan bahwa tingkat aktivitas Gunung Api Dempo berada pada Level II atau waspada. Secara kegempaan, terekam gempa terasa skala I dan gunung terlihat jelas tapi sudah mulai tertutup kabut," terang Kasi Observasi dan Informasi BMKG stasiun Bandara SMB II Palembang, Agus Santoso, Jumat (10/11/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari data pengamatan vulkanologi dan mitigas bencana geologi pusat aktivitas gunung terhitung pada Kamis (09/11), mulai pukul 00.00 WIB sampai dengan 23-59 WIB. Pemantauan aktivitas Gunung Api Dempo juga dilakukan salah satunya melalui Pos Pengamatan Gunung Api yang berada di Desa Dempo Makmur, Kecamatan Pagaralam.

"Kita mengimbau masyarakat, pengunjung tidak mendekati dan bermalam atau camping di pusat aktivitas kawah merapi dalam radius 3 km. Mengingat kawah sebagai pusat letusan dan gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan," ujarnya.

Sebagai informasi, letusan frenaktik yang terjadi di Gunung Api Dempo pada Kamis (9/11) kemarin sekitar pukul 17.00 WIB, membuat masyarakat di Kota Pagaralam heboh. Pasalnya, gunung api aktif ini telah memuntahkan abu vulkanik dan membumbung setinggi 1 km dan menghujani sebagian rumah masyarakat sekitar.

Gunung Api Dempo merupakan salah satu gunung aktif di Indonesia dan tercatat sudah 27 kali mengalami letusan. Dimana letusan terakhir kali terjadinpada 1 Januari 2009 lalu. (asp/asp)


Berita Terkait