Pondok Pesantren Nyleneh Gemparkan Warga Surabaya

Pondok Pesantren Nyleneh Gemparkan Warga Surabaya

- detikNews
Selasa, 31 Mei 2005 17:40 WIB
Jakarta - Setelah warga Jawa Timur digemparkan oleh ajaran salat dua bahasa di Pondok I'tikaf Malang dan beredarnya buku Menembus gelap menuju terang di Probolinggo, kini giliran warga kota Surabaya digemparkan oleh pesantren nyleneh. Pesantren ini terletak di tengah kota, bernama Pondok Pesantren Al Mardiyah, beralamat di Jalan Petemon Barat nomor 9, Surabaya, Jawa Timur. Belasan warga Selasa siang (31/5/2005) sempat melihat-lihat pondok tersebut, setelah tersiar kabar yang dilansir oleh media massa lokal bahwa ponpes tersebut beraliran sesat.Menilik dari dekat pondok Pesantren asuhan Maulaya Abdulrahmad ini memang tak menyerupai layaknya pesantren pada umumnya. Pondok berlantai 3 itu dari luar kelihatan seperti bangunan rumah biasa. Di garasinya terdapat 2 mobil, Suzuki Jimny dan Suzuki Carry. Lantai satu terdapat ruang tamu dan tempat tinggal. Sedangkan lantai 2 dimanfaatkan untuk masjid dan lantai 3 untuk penyimpanan benda pusaka, semacam keris, ular yang diawetkan dan-lain-lain. Bagian-bagian rumahnya didominasi kain berwarna silver, baik di ruangan tamu, ruang tengah sampai sekitar kolam belakang rumah.Ruang tamu pondok pesantren berlantai 3 itu, dipenuhi dengan replika kupu-kupu besar berdiameter 70 Cm dengan jumlah cukup banyak. Banyaknya kupu-kupu di ruang tamu dimaksudkan sebagai pertanda kalau akan banyak tamu di pesantrennnya. Sementara di ruang tengah bagian belakang ada kolam berdiameter 1,5 X 2 meter dengan kedalaman 1,5 meter.Menurut Maulaya, kolam itu disebut sebagai kolam air ridho dan pengampunan yang diminumkan kepada mereka yang sakit. Di sekitar kolam terdapat kursi singgasana yang setiap malam Jumat lagi singgasana itu dipakai untuk ritual di masjid yang terletak di lantai 2. Dia menyebutnya sebagai ritual Jumat manis.Setiap Jumat legi, sekitar 100 jamaahnya datang dari luar kota Surabaya. Pada malam tersebut, pondok mengadakan acara ritual, yang diadakan dalam 2 sesi. Sesi pertama habis Isya sampai pukul 22.00 WIB dan sesi kedua pukul 24.00 Wib sampai pukul 02.00 WIB dinihari dilanjutkan dengan siraman di kolam.Pondok tersebut berdiri sejak tahun 1983. Selama itu, pondok tersebut dikenal tidak pernah bermasalah dengan warga sekitar. Santri asli ada 30 orang dan itu pun ada yang sudah berumahtangga. (jon/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads