DetikNews
Jumat 10 November 2017, 13:34 WIB

Tebang Pohon Tanpa Izin, 4 Orang Ini Didenda Puluhan Juta Rupiah

Hary Lukita Wardani - detikNews
Tebang Pohon Tanpa Izin, 4 Orang Ini Didenda Puluhan Juta Rupiah Foto: Ari Saputra
Jakarta - Empat pelaku penebangan pohon tanpa izin dihukum denda hingga puluhan juta rupiah. Mereka dianggap bersalah menebang pohon yang berada di jalur hijau.

Keempatnya yaitu:
1. Amirsyah, menebang pohon tanpa izin di Jalan Inpres nomor 1 RT 004/RW 014, Gandaria Utara, Jakarta Selatan
2. Liem Tju Tjia, menebang pohon tanpa izin di Jalan Danau Sunter Utara nomor 18 RT 16/RW 11, Sunter Agung, Jakarta Utara
3. Ruth Megawati, menebang pohon tanpa izin di Jalan Meruya Ilir, Kembangan, Jakarta Barat
4. Andreas Christian W, menebang pohon di Jalan Pelita Abdul Majid, Cipete Utara, Jakarta Selatan

Mereka menjalani sidang tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Sidang dipimpin hakim tunggal Taryan Setiawan dengan dibantu panitera Mami Sulatmi.

"Ya persidangan ini terbuka dan dibuka untuk umum," kata Taryan di PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Jumat (10/11/2017).

Taryan memutuskan keempatnya melanggar Pasal 12 huruf g Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2007. Mereka didenda puluhan juta rupiah, sebagai berikut:

1. Amirsyah bersalah menebang 2 pohon berusia 3 tahun dan dihukum denda Rp 30 juta atau kurungan 30 hari
2. Andreas bersalah menebang pohon berusia 30 tahun dan dihukum denda Rp 25 juta atau kurungan 25 hari
3. Ruth dan Liem dihukum denda Rp 5 juta

"Menyesal kan? Makannya jangan melakukan penebangan pohon tanpa izin lagi karena itu sudah diatur dalam undang-undang," ujar Taryan.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Penegakan Hukum Dinas Kehutanan Provinsi DKI Henri Perez mengatakan tahun 2017 sudah ada 15 kasus terkait penebangan pohon tanpa izin. Ia menuturkan kebanyakan alasan dari pelaku menebang pohon tanpa izin karena menghalangi jalan.

"Ini sebetulnya suatu pelajaran untuk masyarakat ya. Sidang hari ini sudah sidang ke 15 selama tahun 2017 untuk kasua penebangan pohon tanpa izin," ujar Perez.

"Idealnya masyarakat minta izin ke PTSP, kelurahan, kalau sudah ada izin itu tentu kita tidak kenakan pelanggaran, mereka melakukan ini karena belum ada izin dan lokasi di jalur hijau pohon yang telah dirawat oleh Pemda DKI," imbuhnya.

Usai sidang, salah satu pelaku bernama Liem mengaku jera. Dia mengaku tidak akan melakukan penebangan pohon tanpa izin lagi.

"Karena kita tidak mengetahui kalau kita tahu kita nggak nebang pohon itu. Ya kalau yang belum pernah nebang pohon jangan nebang pohon sembarangan karena semua ini ada hukumnya," kata Liem.

Liem mengaku menebang pohon karena mengganggu akses jalan. Ia melakukan hal itu pada bulan Oktober 2017.

"Mengganggu akses (jalan), iya, kan kita nggak tahu ya awam. Itu bulan Oktober nebangnya," kata Liem.


(lkw/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed