Setelah Xiaomi, Kini Kosmetik Korea Selundupan Diamankan

Setelah Xiaomi, Kini Kosmetik Korea Selundupan Diamankan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 10 Nov 2017 09:20 WIB
Setelah Xiaomi, Kini Kosmetik Korea Selundupan Diamankan
Foto: ist.
Pekanbaru - Aksi penyelundupan masih saja terjadi di wilayah Riau. Bila sebelumnya miras dan Xiaomi selundupan dicegah, maka kini giliran kosmetik Korea yang diamankan.

Penyelundupan itu ditangkal oleh Polres Siak yang menangkap 3 truk pengangkut kosmetik dan obat ilegal asal luar negeri. Kapolres Siak, AKBP Barliansyah membenarkan peristiwa tersebut. Barliansyah menjelaskan, tiga truk yang diamankan itu baru saja selesai memuat barang-barang ilegal di kawasan pelabuhan Tanjung Buton, Siak.

"Kapal Roro pengangkut kosmetik dan obat-obatan itu berangkat dari Tanjungpinang, Provinsi Kepri tujuan Riau. Kita amankan 3 truk yang akan membawanya keluar dari pelabuhan Tanjung Buton," kata Barliansyah kepada detikcom, Jumat (10/11/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Barliansyah menjelaskan, penangkapan ini dilakukan pada Kamis (9/11) siang. Penangkapan kosmetik dan obat ilegal ini dipimpin Kasat Narkoba AKP Herman Pelani dan dibantu Kasat Polair, AKP Tonny RK.

"Awalnya kita mendapat informasi akan adanya masuknya kosmetik dan obat-obatan di pelabuhan di Siak. Karenanya dilakukan penyelidikan ke lapangan dan ternyata benar," kata Barliansyah.

Barang-barang selundupan tersebut, kata Barliansyah sudah dimasukan ke dalam truk. Tujuannya dari Siak akan dibawa ke Pekanbaru.

"Sebelum mereka bergerak ke Pekanbaru, tim langsung melakukan penangkapan. Kini ketiga truk bermuatan barang ilegal itu sudah kita amankan di Polres Siak," kata Barliansyah.


Dalam kasus ini, polisi mengamankan 3 sopir truk. Mereka adalah, Jonatan Bangun (43) asal Batam, Musrizal (48) asal Tanjungpinang, Kepri, Harol Siregar asal Batam.

Adapun jenis kosmetik diamankan di antaranya, vaselin P jellly 49 gram, vaselin petrleun jelly 106 gram asal Amerika. Ada lagi temu lawak, collagen plus Vit E asal Malaysia, dan sejumlah kosmetik lainnya asal Korea.

"Ada 7.500 vaseline lipp therapy yang tidak diketahui asal negaranya. Kita masih akan mengecek keseluruhan barang bukti yang kita amankan," tutup Barliansyah. (cha/asp)


Berita Terkait