Mahfud MD: Andai Masih Hidup Lafran Pane Tolak Gelar Pahlawan

Sosok Pahlawan Nasional

Mahfud MD: Andai Masih Hidup Lafran Pane Tolak Gelar Pahlawan

Aryo Bhawono - detikNews
Jumat, 10 Nov 2017 07:52 WIB
Mahfud MD: Andai Masih Hidup Lafran Pane Tolak Gelar Pahlawan
Ilustrasi foto: Edy Wahyono
Jakarta - Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Prof Mahfud MD membayangkan, andai gelar Pahlawan Nasional yang diputuskan Presiden Joko Widodo diberikan saat Lafran Pane masih hidup, hal itu pasti ditolaknya. Sebab pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memang dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan tak suka dengan bentuk-bentuk penganugerahan, apalagi kalau sampai diberi gelar pahlawan.

"Begini ya, zaman Lafran masih hidup, dia tak mau diberi gelar pahlawan," jelas Mahfud MD saat dihubungi detik.com, Kamis (9/11/2017).

Tapi dari rekam jejak yang ada, sesungguhnya Lafran memang layak mendapatkan gelar tersebut. Menurut Mahfud, sepak terjang Lafran di bidang pemikiran, organisasi, pergerakan, hingga perjuangan bersenjata sangat lengkap. Karena itu KAHMI memprakarsasi untuk mengusulkan pemberian gelar pahlawan nasional tersebut.

Mahfud menjelaskan, Lafran terlibat dalam gerilya ketika Agresi Belanda II di daerah Tegal Layang, Bantul pada 1948. Gerilya itu dilakukan bersama anak-anak HMI ketika ibukota RI di Yogyakarta dikuasai oleh Belanda.

https://news.detik.com/berita/d-3720875/kahmi-gelar-doa-bersama-lafran-pane-jadi-pahlawan-nasional

Pasca Konferensi Meja Bundar 1949, Lafran menggerakkan HMI sebagai organisasi yang menjembatani antara kalangan agama dengan nasionalis. Dua golongan ini seringkali bersitegang, HMI berhasil menjadi titik tamu.

Selain itu organisasi yang didirikan Lafran saat masih mahasiswa Sekolah Tinggi Islam, pada 5 Februari 1947, terbukti ulet dalam setiap episode sejarah NKRI hingga mereka melahirkan tokoh-tokoh seperti Deliar Noer, Nurcholish Madjid, Soegeng Sarjadi, dan lainnya.

"Dengan penganugerahan gelar pahlawan nasional ini paling tidak HMI mengisi mosaik sejarah Indonesia. Selama ini kan ada NU dan Muhammadiyah yang memberi gambaran Indonesia. Kini ketika Lafran jadi Pahlawan Nasional, HMI termasuk dalam mosaik itu," jelas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu. (ayo/jat)




Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads