Polisi: Tentara dan Pengendara Motor Sudah Berdamai

Polisi: Tentara dan Pengendara Motor Sudah Berdamai

- detikNews
Selasa, 31 Mei 2005 15:47 WIB
Bandung - Pemukulan terhadap pengendara motor yang beraksi serampangan di perempatan Jl. Pasteur, Bandung sempat jadi tontonan masyarakat. Menurut polisi, kasus itu sudah selesai. Tentara dan pengendara motor sudah berdamai. Aparat kepolisian sekilas tampak menutup-nutupi kasus ini. Bahkan, aparat kepolisian membantah telah terjadi pemukulan terhadap pengendara motor. Polisi juga tidak mau memberikan identitas pengendara motor yang naas itu. Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) Polwiltabes Bandung Barat Inspektur Dua Polisi Sumi M membantah ada pemukulan tentara terhadap pengendara motor. Dia hanya membenarkan sempat terjadi keributan. "Tapi, permasalahannya sudah selesai di lokasi. Tentara juga sudah memaklumi dan pengendara motor juga tidak menuntut apa-apa," kata Sumi saat ditemui detikcom, Selasa (31/5/2005). Sumi menolak memberikan identitas pengendara motor tersebut. Yang jelas, kata dia, setelah dari pos polisi, si pengendara itu kemudian pulang dan langsung ke bengkel untuk memperbaiki sepeda motornya. "Tidak ada pemukulan, tidak ada catatan visum," kata dia. Keterangan polisi ini berbeda dengan sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi. Yani, salah seorang penjual mie, mengisahkan sejumlah tentara memang terlihat memukuli si pengendara motor tersebut. Aksi para tentara itu sempat jadi tontonan masyarakat. Namun, masyarakat tidak berani mendekat ke lokasi, khawatir terkena imbas dari tentara yang sedang emosi itu. "Kami tidak berani mendekat, takut terjadi apa-apa," kata Yani. Para pengamen dan pedagang asongan juga melihat kejadian tersebut. Sebelum kejadian itu, Yani melihat memang pengendara sepeda motor mengerem mendadak. Akibatnya, sepeda motornya sempat kesenggol Mobil Kijang di belakangnya. Sejumlah pengemudi mobil di belakangnya juga akhirnya mengerem mendadak mobilnya. Nyaris terjadi tabrakan beruntun. Tentara-tentara yang berada di dalam truk yang juga nyaris jadi korban pengendara sepeda motor yang serampangan itu langsung turun dari truk. Seorang dari mereka terlihat membawa senapan laras panjang. "Tapi, tentara itu tidak memukuli pengendara motor itu dengan senapan, hanya dengan tangan," kata Yani. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads