Menanggapi hal di atas, lembaga survei Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) punya prediksi soal manuver politik Prabowo ke depan. Direktur SMRC Sirojudin Abbas mengatakan, ada kemungkinan Prabowo tak maju di Pilpres 2019 dan malah menjadi king maker.
"Yang teriak-teriak mencalonkan Prabowo maju kan kadernya, Gerindra. Saya belun dengar dari Prabowonya," ujar Abbas di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (9/11/2017).
Prabowo beberapa kali menjadi king maker, utamanya dua kali berturut-turut memenangkan jagoannya di Pilgub DKI. Pertama, saat memenangkan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama pada tahun 2012 dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada tahun 2017.
"Prabowo terbuka kemungkinan jadi king maker. Memberi kesempatan kepada kader lain. Tidak maju nomor satu nomor dua, tapi jad king maker," imbuh dia.
Prabowo disebut Abbas tetap berpeluang maju di Pilpres 2019. Jika jadi maju, menurut Abbas, mungkin Pilpres 2019 menjadi ajang politik terakhir Prabowo.
Diketahui, Prabowo sudah dua kali maju ke Pilpres. Yang pertama pada tahun 2009 menjadi cawapres Megawati Soekarnoputri dan tahun 2014 menjadi capres berduet dengan Hatta Radjasa. (gbr/dkp)











































