Wapres: Kini Pejabat Berpikir Berkali-kali untuk Korupsi
Selasa, 31 Mei 2005 14:34 WIB
Jakarta -
Pejabat dan korupsi selama ini seperti sulit dipisahkan. Namun sejak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat gebrakan, para pejabat tidak akan gegabah lagi menilep uang negara. Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyatakan, upaya pemberantasan korupsi yang tengah digalakkan pemerintah telah membawa dampak psikologis untuk mencegah korupsi. Wapres yakin upaya pemberantasan korupsi yang belum selesai itu telah membuat takut para pejabat. "Saya yakin sekarang ini gubernur, bupati, menteri, dirjen, dan LSM sekalipun yang ingin melakukan korupsi akan berpikir berkali-kali lipat dibanding 10-15 tahun lalu," kata Wapres.Hal itu disampaikan Wapres dalam pidato sambutan saat membuka kongres Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (31/5/2005).Meski telah membawa dampak positif, Wapres mengingatkan pemberantasan korupsi harus dibarengi kesungguhan masyarakat membangun mental antikorupsi. Tanpa budaya antikorupsi, korupsi akan terus terjadi. Menurut Wapres, menangkap koruptor besar memang penting, tapi lebih penting lagi menjaga diri agar terhindar dari korupsi. "Semua orang ingin ditangkapnya koruptor besar. Tapi menangkap mereka sama pentingnya dengan mengurangi keinginan sendiri untuk korupsi," tandas Wapres. Kongres PKPIPada sambutannya, Wapres juga mengucapkan terima kasih kepada PKPI yang telah mendukung pencalonan duetnya dengan SBY dalam Pemilu Presiden lalu. Tanpa dukungan PKPI, katanya, SBY-Kalla kemungkinan kecil bisa memenangkan Pemilu. "Tanpa PKPI barangkali gambar kami masih terlihat di luar-luar, sekarang kan sudah digantung di atas," kilah Kalla sambil menunjuk dinding ruangan yang memasang foto SBY-JK.Kongres PKPI digelar mulai hari ini dan akan berakhir 2 Juni 2005. Agenda utama kongres itu yakni membahas pergantian Ketua Umum Edi Sudrajat dan langkah PKPI untuk dapat mengikuti Pemilu 2009. Edi Sudrajat yang telah menyatakan tidak mau dicalonkan sebagai ketua umum tidak menghadiri pembukaan kongres karena sakit.
(iy/)










































