"Sampai malam ini, kita telah melakukan tindakan tilang sebanyak 10.070 kendaraan dalam Operasi Zebra yang digelar di 15 Polres jajaran Polda Sumsel. Total itu baru 8 hari kita menggelar razia," ujar Kabag BinOps Ditlantas Polda Sumsel AKBP Ridwan di sela-sela razia di Jalan Basuki Rahmat, Palembang, Rabu (8/11/2017) malam.
"Pelanggaran yang banyak itu karena tidak dilengkapi surat-surat, baik SIM maupun STNK, sekitar 980 kendaraan diberi teguran karena melakukan pelanggaran lalu lintas. Selain itu, ada juga yang kendaraannya kita amankan sebagai barang bukti karena memang tidak bisa menunjukkan surat kendaraan sama sekali," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabag BinOps Ditlantas Polda Sumsel AKBP Ridwan. (Raja Adil/detikcom) |
Selain pelanggaran lalu lintas, operasi yang digelar pada siang dan malam hari itu turut menyasar kejahatan jalanan, khususnya pengendara yang membawa senjata tajam dan senjata api. Termasuk membawa barang haram sebagaimana imbauan Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara mengenai maklumat 'Sapu Jagad'.
"Dalam menggelar operasi, tim gabungan dari Ditlantas, Ditintelkam, dan Ditreskrimum turut memeriksa barang bawaan apakah ada sajam, senpi, atau narkoba. Tapi sejauh ini kita hanya banyak temukan pengendara yang membawa sajam saja dan langsung dibawa untuk pemeriksaan," sebutnya.
Operasi Zebra di Sumsel. (Raja Adil/detikcom) |
Sebagai informasi, pada Jumat (3/11) lalu, Polres Banyuasin turut menggelar Operasi Zebra di Jalan Lintas Timur (jalintim) KM 42 Banyuasin. Pada operasi tersebut, polisi menemukan seorang penumpang wanita berinisial ZY (26) kedapatan membawa sabu seberat 1 kg asal Medan dan akan dibawa ke Lampung.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku yang merupakan warga Aceh ini ditahan di Mapolres Banyuasin. (elz/elz)











































Kabag BinOps Ditlantas Polda Sumsel AKBP Ridwan. (Raja Adil/detikcom)
Operasi Zebra di Sumsel. (Raja Adil/detikcom)