DetikNews
Rabu 08 November 2017, 21:33 WIB

KRL ke Bekasi Berhenti Mendadak di Buaran karena Ada Provokator

Elza Astari Retaduari - detikNews
KRL ke Bekasi Berhenti Mendadak di Buaran karena Ada Provokator KRL yang berhenti di dekat Stasiun Buaran. (Arlan/ pasangmata.com)
Jakarta - KRL tujuan Bekasi mendadak berhenti di dekat Stasiun Buaran. Penyebabnya adalah ada provokator yang menyebut kereta itu mengeluarkan asap.

"Ada provokator, sekarang lagi ada tindak lanjut. Nggak ada gangguan apa pun di kereta itu," ujar VP Komunikasi PT KCI Eva Chairunisa saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (8/11/2017).

Peristiwa itu terjadi pada pukul 19.00 WIB tadi saat kereta tujuan Bekasi itu sedang dalam perjalanan dari Stasiun Klender menuju Stasiun Buaran. Dari kesaksian para penumpang, ada seseorang yang berteriak KRL mengeluarkan asap.

"Panik orang-orang, ada yang menarik tombol darurat, sehingga otomatis kereta berhenti. Dalam posisi penuh akhirnya beruntun kan pada panik. Ada yang buka dan pecahkan kaca. Kita sudah beri imbauan untuk tetap tenang, tapi dalam kondisi panik ada yang buka pintu. Langsung dilakukan pengecekan, semua normal," jelas Eva.

Sejumlah penumpang ada yang keluar dari KRL dan melompat ke luar meski posisinya cukup tinggi karena tidak berada di peron stasiun. Akibatnya, kata Eva, ada seorang penumpang yang terluka ringan.


"Ada satu orang (terluka), lecet, karena dia loncat dari kereta. Tinggi kan itu, jadi agak jatuh dikit lecet. Sudah disisir sama petugas kesehatan, yang lain nggak ada apa-apa," tuturnya.

Setelah petugas memastikan tidak ada apa-apa, para penumpang kemudian melanjutkan perjalanan. Namun, setelah itu, KRL tersebut dipulangkan ke depo karena harus menjalani perbaikan lantaran ada sejumlah kaca yang pecah.

Eva pun mengimbau para penumpang KRL berlaku bijak. Bila ada kejadian di luar normal, penumpang diminta melapor kepada petugas yang ada di KRL agar tidak menimbulkan kepanikan.

"Kita imbau penumpang tidak memberi sebuah info yang tidak akurat dan bisa menyebabkan penumpang lain panik. Kalau ada sesuatu yang tidak wajar, segera laporkan ke petugas. Bila terjadi sesuatu agar mendengarkan petugas yang ada," sebut Eva.
(elz/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed