"Pertemuan tadi adalah pertemuan pertama untuk kita sama-sama mendaftar hal-hal apa saja yang perlu kita letakkan di atas meja. Untuk menjadi bahan pengambilan policy kita lima tahun ke depan ini," kata Anies seusai pertemuan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017).
Menurut Anies, salah satu masalah yang dibahas adalah solusi kemacetan di Jakarta. Dia mengkaji pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi operator transportasi massal untuk membantu mengurangi kemacetan Jakarta.
"Pertama adalah mengenai titik-titik kemacetan yang hari ini sangat terasa oleh masyarakat. Kemudian kita juga membicarakan mengenai peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menjadi operator kendaraan umum massal," terangnya.
Dia juga bicara mengenai pembangunan transit oriented development (TOD). Dia membahas rancangan TOD yang akan dibangun tersebut.
"Kita juga membicarakan tadi mengenai TOD, transit oriented development, yang kita ingin itu benar-benar TOD yang dibangun. Jadi jangan sampai berbeda," jelas Anies.
Anies mengaku belum membahas teknis pelarangan motor di kawasan Jl MH Thamrin. Dia mengaku hanya membahas masalah-masalah utama mengenai transportasi di Jakarta.
"Nggak kalau tadi nggak bicara itu. Tadi kita baru mapping isu-isu utama untuk dibahas ke depan," terangnya.
Sementara itu, Kepala BPTJ Bambang Prihartono menyebutkan pihaknya mempunyai target membangun transportasi di Jakarta. Salah satunya penyediaan transportasi yang cepat dan tepat waktu.
"Ya misalnya kita dari katakanlah dari Merdeka Barat sampai ke Jakarta Selatan itu kinerja kita tidak lebih dari 1,5 jam. Kalau lebih kita harus membangun transportasi bagaimana mendekatkan itu, kira-kira seperti itu," ujar Bambang. (fdu/fdn)











































