Wartawan Straits Times Ngaku Jadi Mata-mata Intelijen Asing

Wartawan Straits Times Ngaku Jadi Mata-mata Intelijen Asing

- detikNews
Selasa, 31 Mei 2005 13:43 WIB
Jakarta - Seorang wartawan senior Straits Times mengaku kalau dirinya menjadi mata-mata untuk sebuah organisasi intelijen asing. Setidaknya demikian menurut klaim pemerintah Cina.Wartawan surat kabar Singapura itu ditahan di Cina sejak bulan lalu. Pria bernama Ching Cheong tersebut merupakan ketua koresponden Cina yang berbasis di Hong Kong untuk Straits Times. Ia ditahan pada 22 April lalu di provinsi Guangzhou, Cina selatan."Pada 22 April Ching diinvestigasi oleh departemen terkait Cina atas keterlibatannya dalam spionase," demikian Kementerian Luar Negeri Cina dalam statemennya seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (31/5/2005).Dikatakan bahwa Ching mengakui kalau dirinya telah melakukan aktivitas spionase. "Ching telah mengaku bahwa beberapa tahun terakhir dia telah menjalankan instruksi organisasi intelijen asing dan telah melakukan aktivitas pengumpulan informasi intelijen di dataran Cina," ujar kementerian.Otoritas Cina masih menyelidiki lebih jauh mengenai kegiatan spionase Ching. Disebutkan bahwa Ching merupakan warga Hong Kong. Namun tidak ada keterangan mengenai negara mana yang dimata-matai pria berusia 55 tahun itu.Menurut Mary Lau, istri Ching, suaminya itu ditahan ketika berusaha mendapatkan manuskrip sensitif soal wawancara rahasia dengan pemimpin terguling Cina, Zhao Ziyang. Zhao, mantan perdana menteri Cina dan Sekjen Partai Komunis, digulingkan pada 1989 setelah menentang keputusan untuk menggunakan kekerasan guna menghentikan aksi protes berdarah di Lapangan Tiananmen pada tahun itu. (ita/)


Berita Terkait