Soal Kredit Macet, Bisnis Sutrisno Bachir Ditipu Yahudi

Soal Kredit Macet, Bisnis Sutrisno Bachir Ditipu Yahudi

- detikNews
Selasa, 31 Mei 2005 11:13 WIB
Jakarta - Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN) Sutrisno Bachir membantah perusahaannya memilik kredit macet di Bank Mandiri. Pembayaran kredit itu hingga kini masih berjalan. Bantahan tersebut disampaikan Ketum PAN yang juga pemilik Ika Muda Group itu di sela-sela kegiatan Pekan Imunisasi Nasional di Pasar Gambrong, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, Selasa (31/5/2005) pagi. "Pembayaran kredit tidak macet, sampai saat ini masih berjalan. Saya tidak tahu apakah ini ada nuansa politiknya. Anda tahu sendirilah," sesal Sutrisno kepada wartawan.Awalnya, menurut Sutrisno, PT Ika Chirza Putra yang berkedudukan di Amerika Serikat (AS) dan disebut memiliki kredit macet, merupakan perusahaan milik almarhum kakaknya, Kamaluddin Bachir. Saham (alm) Kamaluddin sebanyak 80 persen, 20 persennya milik salah seorang warga keturunan Yahudi. Nilai saham Kamaluddin sekitar Rp 700 miliar, dari total aset perusahaan sekitar Rp 1 triliun. Di tengah perjalanan usaha, kakak kandung Sutrisno ini ditipu oleh rekannya yang keturunan Yahudi. Akibatnya, 80 persen saham dimiliki oleh rekan almarhum."Saat ini saya sedang mengupayakan untuk mengambil kembali hak kakak saya yang 80 persen," tegas Sutrisno. Menurutnya, proses pengadilan perusahaan yang bergerak di bidang perikanan itu, saat ini masih berlanjut di pengadilan AS. Sutrisno menyebut, utang di bank mencapai Rp 178 miliar. Dia sudah membayar Rp 2 miliar. Sekarang utangnya tersisa Rp 175,59 miliar. Sutrisno berjanji akan membayar cicilan bulan depan. Departemen Keuangan pekan lalu menyerahkan 34 nama debitor eks PT Bank Mandiri Tbk ke DPR. 34 Debitor ini memiliki plafon kredit di atas Rp 50 miliar dan sedang mengalami kemacetan. Dari 34 debitor itu terdapat nama Sutrisno Bachir yang kini Ketua Umum DPP PAN. Nama lain yang terdapat dalam dokumen bernama "Outstanding Piutang Negara Perbankan Bank Mandiri, Jumlah Utang Di Atas Rp 50 Miliar" itu di antaranya anggota DPR RI Fraksi Golkar Setya Novanto dan Soedwikatmono. (ism/)


Berita Terkait