"Ya tidak semua harus TGPF, tergantung pandangan. Kalau Polri sudah masih optimis bisa dan kita mendorong bisa, tidak perlu," kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (7/11/2017).
Meski begitu, JK mewanti-wanti Polri terkait pernyataan soal TGPF tak diperlukan. Pernyataan itu, menurut JK, harus dibarengi keseriusan dalam mengusut kasus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari itu, JK tetap berharap kasus itu segera terungkap. "Kita tetap puji keseriusan polisi, mudah-mudahan tidak dalam waktu lama bisa diungkap," kata JK.
Dorongan terkait TGPF itu muncul dari Novel dan keluarganya serta para aktivis antikorupsi hingga para mantan pimpinan KPK. Wacana TGPF muncul karena Novel merasa tidak percaya kasus itu bisa selesai di tangan polisi.
Novel mengalami teror penyiraman air keras pada 11 April 2017 setelah menunaikan salat subuh di masjid dekat kediamannya. Sejak saat itu, Novel berada di Singapura untuk menjalani perawatan terhadap kedua matanya yang terluka akibat air keras. (tfq/dhn)











































