Miryam Sebut Ada Nama Novanto di Surat Panggilan KPK

Faiq Hidayat - detikNews
Selasa, 07 Nov 2017 13:58 WIB
Miryam S Haryani (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Miryam S Haryani mengaku diperiksa penyidik KPK terkait Setya Novanto. Miryam mengatakan pemeriksaannya masih sama dengan pemeriksaan sebelumnya.

"Sama aja kayak kemarin," kata Miryam usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (7/11/2017).

Dia mengaku ditanya tentang pengetahuannya terkait Novanto. Dia juga menyebut ada nama Novanto di surat panggilan untuknya.

"(Ditanya soal) kenal dengan Pak Setnov atau nggak, terus bagaimana Komisi II, mitra kerja apa saja, itu aja, nggak ada yang lain," kata Miryam.

"Di dalam surat pemanggilan tidak ada status tersangka Pak Setya Novanto ya, cuma diduga gitu aja. Ada (nama Novanto) tapi tidak ada status tersangkanya. Saya dipanggil sebagai saksi," ucap Miryam menambahkan.

Tak berapa lama, eks Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap juga selesai menjalani pemeriksaan. Chairuman mengaku diperiksa terkait tersangka kasus e-KTP. Namun, Chairuman tidak menyebutkan siapa nama tersangkanya.

"(Diperiksa terkait) ini kan masih kepada kasus e-KTP-nya. (Di surat panggilan) kali ini nggak pakai tersangka tuh, (tapi) sudah (penyidikan)," kata Chairuman.

"Saya juga heran biasanya pakai tersangka, ini nggak pakai tersangka. Terduga," sambung Chairuman.

Selama pemeriksaan, Chairuman mengaku ditanya penyidik mengenai kenal atau tidak dengan Novanto. "Kenal Pak Setya Novanto," ucap Chairuman.

Kemudian, giliran anggota DPR Agun Gunandjar Sudarsa yang kelar menjalani pemeriksaan. Namun Agun enggan menjelaskan soal pemeriksaannya.

"Tanya Febri (Kabiro Humas KPK Febri Diansyah) saja ya," ucap Agun.

Tak lama kemudian giliran politikus PAN Teguh Juwarno yang selesai diperiksa. Teguh pun mengaku diperiksa terkait Novanto.

"Tidak ada yang baru, hanya apakah mengenal Setya Novanto dan saya sampaikam saya mengenal. Terus apakah mengenal Anang dan saya sampaikan tidak mengenal Anang. Kemudian juga Markus Nari," kata Teguh.


(fai/dhn)