"Kami mengkonsultasikan beberapa kebijakan strategis yang dilakukan di Purwakarta, penataan pemerintahan berbasis e-planning, optimalisasi pelayanan pemerintahan di berbagai bidang yaitu membangun sistem yang terintegrasi, kami penataan pemerintahan ke depan jauh lebih baik," ucap Dedimengkonsultasikan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (7/11/2017).
Menurut Dedi, Pemkab Purwakarta sudah bekerja sama dengan KPK untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat. Salah satu yang ditonjolkan Dedi yaitu e-planning di berbagai sektor.
"Kita punya kerjasama meningkatkan kapasitas pemerintahan di Purwakarta. Kita bicara teknis bagaimana meningkatkan kapasitas sehingga pemerintah daerah dengan masyarakat bisa cepat melakukan pelayanan," ujar Dedi.
"Purwakarta sekarang sudah berbasis digital beberapa aplikasi dokter, ambulans sekarang mobil jenazah. Kemudian infrastruktur yang mengalami pertumbuhannya dan itu menjadi pembahasan kita. Kemudian kita juga gulirkan program investasi desa di tahun 2018," ucap Dedi menambahkan.
Sementara itu terkait Pilgub Jawa Barat 2018, Dedi mengaku memahami apa yang diputuskan oleh DPP Golkar yang memilih Ridwan Kamil. Dia menyebut Tuhan sudah mempunyai ketentuan.
"Persoalan jodoh dan sudah punya jodoh, persoalan jabatan itu Allah punya ketentuan. Sekarang tugas saya bupati, menata Pemda lebih baik dalam setiap saat menolong orang susah, mengurus janda tua, kalau ngurus janda muda sudah ada yang ngurus," kata Dedi sembari sedikit bercanda.
Soal apakah ada pinangan dari partai politik lain seperti PDIP, Dedi tak banyak berkomentar. Dia tak ingin berspekulasi terlalu jauh.
"Kita lihat saja nanti seperti air yang mengalir," kata Dedi.
(fai/dhn)











































