45 Anak NTT Positif Busung Lapar

45 Anak NTT Positif Busung Lapar

- detikNews
Selasa, 31 Mei 2005 09:59 WIB
Kupang - Sebanyak 45 anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) positif menderita penyakit busung lapar. Sedangkan 33.910 anak lainnya menderita kurang gizi dan 8.218 lainnya mengalami gizi buruk.Jumlah ini diperkirakan akan bertambah menyusul terjadinya krisis pangan dan air bersih akibat kemarau panjang di NTT belakangan ini. Separuh dari para penderita busung lapar dan gizi buruk saat ini menjalani perawatan di RS dan selebihnya tidak dapat berbuat banyak karena keterbatasan ekonomi.Para penderita busung lapar tersebar di enam kabupaten yakni Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Kupang, Alor, Lembata dan Manggarai. Mereka diketahui busung lapar dari ciri-ciri dan kondisi tubuhnya.Para penderita umumnya terlihat sangat kurus, kulit keriput, tatapan mata kosong, perut buncit, berat badan yang tidak seimbang dengan usia dan tinggi badan. "Kebanyakan penderita busung lapar adalah anak-anak balita yang menderita gizi buruk," kata Pejabat Sementara Kepala Tata Usaha Dinas Kesehatan NTT, Nike Mitak, kepada wartawan di Kupang, Selasa (31/5/2005).Faktor utama yang menyebabkan terjadinya busung lapar yakni pola konsumsi warga yang tidak memperhatikan keseimbangan gizi, sanitasi lingkungan yang buruk serta kurangnya pemahaman warga terhadap kesehatan.Pemerintah NTT telah menetapkan masalah busung lapar sebagai bencana, setelah diketahui jumlah penderita telah mencapai 45 kasus. "Karena sudah dianggap sebagai bencana maka pola penanganannya akan dilakukan secara khusus," kata Nike.Wakil Gubenur NTT Frans Leburaya yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, dia telah meminta para bupati untuk mengambil langkah serius guna mengatasi persoalan ini. Para bupati diminta mengalokasikan dana khusus serta menghidupkan kembali posyandu dan anak-anak diberi Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS).Sementara itu, Care Internasional Indonesia (CII) yang mensurvei 2.000 bocah di Timor Tengah Utara menemukan 400 anak di antaranya kurung gizi dan berpotensi menderita busung lapar. Di Kabupaten Alor, terdapat 400 anak yang dilaporkan mengalami gizi buruk.Dari jumlah tersebut, 10-15 persen di antaranya sudah mengalami gangguan gizi akut dan sudah mengarah pada gangguan gizi kronis. Kondisi yang sama, diperkirakan terjadi di daerah lain. Namun Dinas Kesehatan NTT membantah penyebab gizi buruk dan busung lapar bukan disebabkan oleh masalah rawan pangan. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads