DetikNews
Selasa 07 November 2017, 11:02 WIB

Mobil Ganjar Terperosok Kubangan Lumpur saat Berkunjung ke Sumbar

Niken Widya Yunita - detikNews
Mobil Ganjar Terperosok Kubangan Lumpur saat Berkunjung ke Sumbar Foto: Mobil Ganjar (Dok. Pemprov Jateng)
Sumbar - Sekitar 20 warga Jateng peserta transmigrasi di Nagari Padang Tarok, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, dijenguk oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Mereka senang akan kehadiran Ganjar.

Dalam keterangan tertulis dari Pemprov Jateng, Senin (6/11/2017), Ganjar mengunjungi 20 warganya tersebut pada Minggu (4/11/2017). Mereka adalah peserta transmigrasi yang ditempatkan di Nagari Padang Tarok dan terletak di areal hutan.

Untuk menuju ke sana, Ganjar harus menempuh perjalanan enam jam dari Kota Padang. Sebagian di antaranya melewati jalan tanah berbatu dengan tanjakan dan turunan curam.

Melihat Ganjar tiba di Balai Nagari Padang Tarok, warga Jateng yang seluruhnya berasal dari Klaten bersuka cita. Tak hanya bersalaman, sebagian langsung memeluk Ganjar.

"Nggak nyangka Pak Ganjar kersa (mau) ke sini, padahal jauh sekali," kata salah satu warga.

Turut mendampingi Bupati Sijunjung Yuswir Arifin dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng Wika Bintang.

Ganjar meninjau lokasi transmigrasi yang sudah dihuni warga sejak 11 bulan silam. Selain mendapat lahan garapan seluas 2 hektare, warga juga mendapat subsidi beras dan sembilan bahan pokok lain.

Total ada 112 warga transmigran di Padang Tarok. Selain 20 jiwa asal Jateng, juga ada 17 jiwa dari Kulonprogo Yogyakarta dan warga dari Kabupaten Agam yang rumahnya hancur akibat gempa bumi.

Seorang warga, Ribut Junaidi, mengatakan, lahan dua hektare ia tanami bermacam tanaman. Dari ketela, kacang, sawi hingga palawija. "Bibite mbeta saking Jawi, lha niku ingkang didahar Pak Gub nggih pohung hasil panen (Bibitnya bawa dari Jawa, itu yang dimakan Pak Gub ya ketela hasil panen)," kata Ribut.

Dialog berlangsung meriah dan penuh canda tawa dalam bahasa Jawa.

"Panjenengan putrane pinten (anaknya berapa)?" tanya Ganjar kepada seorang warga.

"Dereng gadah (belum punya)," jawab warga itu.

"Lho sampun gadah bojo to? ngerti carane nggawe anak ora? (Sudah punya istri to, tau caranya membuat anak tidak?)" canda Ganjar menimpali.

Ganjar juga menerima keluhan warga soal sinyal di lokasi yang buruk. Ganjar malah menjawab, "Nggak ada sinyal malah bagus, hemat, nggak usah beli pulsa,".

Suasana semakin ramai ketika Yuswir Arifin nyeletuk. Ia protes tidak mengerti pembicaraan karena dialognya menggunakan bahasa Jawa. "Nanti saya translate Pak bupati," kata Ganjar disambut tawa hadirin.

Selain soal sinyal, beberapa warga juga mengeluhkan masih terbatasnya penerangan dan jalan yang buruk.

Ganjar dan rombongan meninggalkan lokasi pukul 17.30. Ketika mau berangkat hujan turun dengan derasnya. Wali Nagari Padang Tarok menawarkan rombongan menginap karena jalanan berupa tanah sangat berbahaya. Namun ditolak karena Ganjar harus segera menuju ke Jakarta.

Benar saja, jalan tanah itu berubah jadi lumpur. Meskipun sudah menggunakan mobil SUV 4x4, namun tak urung kesusahan juga. Kekhawatiran sang wali nagari pun terjadi. Mobil Fortuner yang ditumpangi Ganjar terperosok lubang. Bannya amblas, terjebak di kubangan lumpur.

Celakanya, mobil petugas polisi dan satpol PP dari Sijunjung yang mengawal rombongan juga ikut terperosok lubang. Di tengah kebingungan, sejumlah warga setempat datang dan menolong.

Rupanya, salah satu dari mereka mengenali Ganjar. "Lho Pak Ganjar Pranowo? Kok sampai sini pak," katanya.

Tapi tentu saja tidak banyak dialog mengingat kondisi yang darurat. "Karena kondisi hujan deras dan gelap, alat pun terbatas, butuh waktu setengah jam untuk evakuasi. Dari 9 mobil, ada 3 yang terpaksa ditinggal. Kami sampai hotel di Padang lewat tengah malam," kata ajudan Ganjar, Vino Devanta.

Ganjar yang Senin pagi sudah berada di Jakarta mengatakan, kunjungan tersebut selain bersilaturahmi juga untuk memastikan sendiri kondisi warga transmigran.

"Masih ada beberapa keluhan dan hari ini saya menandatangani perjanjian dengan Kementerian Desa untuk perbaikan infrastruktur di lokasi transmigrasi," katanya.

Pada 2018, direncanakan warga transmigrasi bertambah 160 kepala keluarga (KK). Di antaranya, 100 KK dari Jateng, 10 KK dari Yogyakarta, dan 50 KK dari lokal.


(nwy/ega)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed