Kutai Gelar Pilkada Rabu
Selasa, 31 Mei 2005 07:03 WIB
Jakarta - Kabupaten Kutai Kertanegara akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada Rabu, 1 Juni 2005 besok. Pelbagai persiapan telah dilakukan. Mereka siap melaksanakan pesta demokrasi untuk memilih langsung kepala daerahnya yang akan digelar pertama kalinya di Kutai Kertanegara.Kesiapan Kutai melaksanakan Pilkada setelah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap distribusi logistik dan kesiapan petugas pilkada. KPU Kabupaten Kutai Kartanegara telah mendistribusikan 385.322 lembar surat suara, 2.782 botol tinta suara, dan formulir berita acara. Saat ini semua logistik telah sampai ke PPS, khusus untuk kartu pemilih dan panggilan pemungutan suara telah didistribusikan ke masyarakat pemilih. Selanjutnya PPS akan mengirimkan kelengkapan TPS ke KPPS pada H-1.Ketua KPU Kutai Kartanegara H.M. Ishack Iskandar dalam siaran persnya yang diterima detikcom Selasa (31/5/2005) menyatakan, petugas pilkada yang berjumlah 13.157 orang belum termasuk staf sekretariat dalam kondisi siap untuk menyelenggarakan pilkada. "Pemungutan suara dibuka pada pukul 07.00-13.00 dan akan diikuti oleh 375.925 pemilih," kata Ishack.Berdasarkan alokasi waktu yang diatur dalam undang-undang dan peraturan, PPS memiliki kesempatan untuk melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara di TPS selama 2 (dua) hari sebelum dikirim ke PPK yang selanjutnya akan melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat PPS. PPK mempunyai waktu 3 (tiga) hari untuk melakukan rekapitulasi dan selanjutnya dikirim ke KPU Kabupaten Kutai Kartanegara. KPU Kabupaten Kutai Kartanegara akan melakukan tabulasi penghitungan suara dan dimungkinkan paling lambat tanggal 10 Juni sudah dapat diketahui hasil pilkada. Masyarakat Kutai yang telah memiliki hak pilih untuk dapat menggunakan hak pilihnya sebaik mungkin karena suara setiap pemilih sangat menentukan. "Jangan sia-siakan hak suara yang dimiliki dengan menjadi golput. Seluruh pasangan calon dan tim sukses masing-masing agar dapat menahan diri untuk tidak melakukan kampanye terselubung dan intimidasi atau money politics pada masa tenang dan hari pencoblosan," ujar Ishack.
(mar/)











































