"Sebaiknya kita jangan terjebak pada idiom pada penamaan. Yang penting adalah bagaimana menggunakan areal tanah seefisien mungkin untuk bisa ditempati oleh warga," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (7/11/2017).
Anies menegaskan pada prinsipnya setiap pembangunan dan penataan suatu permukiman harus didiskusikan dengan warga sehingga pembangunannya akan sesuai dengan kondisi sosiologis dan potret ekonomi warga yang tinggal di permukiman tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu kenapa dirembuk supaya rumah yang nanti terbangun itu sesuai dengan kondisi sosiologis, potret ekonomi di situ sehingga bagi mereka juga menghasilkan kenyamanan," lanjutnya.
Sebelumnya, Anies menyebut, konsep rumah berlapis sejatinya sama dengan rumah susun.
"(Konsepnya) Rumah susun," kata Anies Senin 6 November 2017.
Anies mengungkapkan terminologi 'lapis' memiliki arti yang sama dengan 'susun'. Lapis merupakan bahasa teknis dari susun. "Kalau lihat izin-izin tulisannya apa? Lapis. Bahasa teknisnya lapis," ujar Anies. (aan/imk)











































