"Ya kita bentuk tim siber bergerak untuk menelusuri ke mana dan siapa yang pertama mengupload itu," kata Muhadjir di kantornya, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (6/11/2017).
Muhadjir mengatakan informasi mengenai penganiayaan itu telah dipelintir sehinaga banyak anggapan peristiwa itu terjadi di Pangkalpinang. Padahal menurutnya kejadian di Pangkalpinang merupakan peristiwa yang berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muhadjir juga mengaku mendapatkan banyak informasi mengenai lokasi penganiayaan tersebut. Namun pihaknya masih memastikan terkait kebenaran informasi tersebut.
"Pokoknya banyak versi lah, kita kumpulkan semua, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita temukan," ujarnya.
Mantan Rektor UMM itu pun berharap kasus penganiayaan ini bisa segara terungkap. Motif dari penganiaya juga diharapkan bisa segera diketahui.
"Dan kita ingin tahu apa motifnya itu mendistorsi seolah-olah itu kejadiannya di Pangkalpinang yang sudah celar itu. Dugaan kuat saya, pelaku bukan guru," imbuhnya. (knv/imk)











































