Cerita Nelayan Aceh Ditahan India di Atas Kapal Selama Tiga Hari

Agus Setyadi - detikNews
Senin, 06 Nov 2017 11:19 WIB
Nelayan Aceh yang ditangkap otoritas India kembali pulang (agus/detikcom)
Aceh - 39 Nelayan asal Aceh yang ditangkap otoritas India berhasil dibawa pulang. Selama tiga hari ditahan, mereka tidak diizinkan turun dari kapal. Di atas geladak, para pencari ikan ini berteduh di bawah terpal.

Para nelayan ini ditangkap pada 30 Oktober sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Kala itu, kapal Saudara Bahagia yang dipakai untuk melaut mengalami kerusakan baling-baling. Awak kapal berusaha membersihkan sampah yang tersangkut. Kapal pun terombang-ambing dibawa arus sehingga masuk wilayah India.

"Tiba-tiba datang kapal tentara angkatan laut India dan mereka merapat ke kapal kami. Mereka menangkap kami," kata seorang nelayan, Fakhrrurazi (32) saat ditemui detikcom di TPI Lampulo, Banda Aceh, Senin (6/11/2017).

Beberapa ABK diperintahkan untuk naik ke kapal angkatan laut India. Dengan pengawalan ketat, kapal berukuran 120 GT yang berangkat melaut dari Lampulo, Banda Aceh ini dituntun menuju ke pangkalan angkatan laut. Jarak tempuh lumayan lama.

"Kami ditangkap jam 12.00 siang dan tiba di pangkalan angkatan laut sekitar pukul 03.00 malam," jelas nelayan asal Ulee Gle, Pidie Jaya tersebut.

Tiba di sana, mereka menjalani pemeriksaan. Identitas sempat disita untuk diperiksa. Meski demikian, Fakrurrazi mengaku tidak mendapat kekerasan dari otoritas India selama interogasi berlangsung.

Penahanan mereka pun dilakukan di atas kapal. Mereka tidak dibolehkan menginjak tanah India. Selama tiga hari, mereka menghabiskan waktu di bawah terpal yang diikat di atas geladak. Tentara setempat mengawal dari jarak dekat. Untuk makanan, para nelayan asal Tanah Rencong ini memilih memasak sendiri. Padahal, tentara di sana juga memberi mereka makan.

"Kami memilih masak sendiri karena tidak suka dengan makanan mereka. Beda rasanya," ungkap Fakhrrurazi.

Meski menjadi tahanan, tentara di sana memperlakukan mereka dengan baik. Bahkan ada tentara yang ikut nimbrung di dalam kapal untuk sekadar bercanda walau beda bahasa. Tentara beragama muslim pun kadang ikut makan bareng bersama para nelayan ini.

Setelah tiga hari, kabar bahagia datang. Diplomasi yang dilakukan Tentara Negara Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dengan tentara angkatan laut India berhasil. Ke-39 nelayan dibolehkan pulang. Kebetulan, saat itu Kapal TNI AL KRI IBL-383 sedang melaksanakan latihan bersama patroli terkoordinasi India Indonesia (Latma Patkor Indindo) dengan Angkatan Laut India.

Pemulangan dari India menuju Indonesia dikawal ketat oleh KRI Imam Bonjol. Saat memasuki perairan Indonesia, kapal nelayan tersebut dikawal oleh KRI Kelabang-826 yang sedang melaksanakan Operasi di ZEE Indonesia.

"Kami bersyukur sekali, TNI AL telah membantu kami. Ini kami kembali ke Sabang, nanti gimana keputusannya ada sama TNI," ungkap Fakhurrazi. (asp/asp)