"Target dengan DPR adalah menuntaskan sekitar 200 km jalan provinsi dalam keadaan baik. Dalam rangka membuka ruang-ruang eskalasi yang selama ini menelantarkan masyarakat," kata Gubernur Banten Wahidin Halim saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian Kampus Baru Universitas Banten Jaya, Kota Serang, Senin (6/11/2017).
Wahidin menuturkan daerah-daerah terpencil yang selama ini belum menikmati jalan mulus berharap bisa merasakan dampak pembangunan. Ia menargetkan, dalam jangka waktu 3 tahun, pembangunan jalan milik provinsi itu selesai dan tidak ada yang rusak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain memperbaiki jalan rusak, Pemprov Banten akan membuka jalan-jalan baru, dari batas wilayah antara Banten dan Jakarta hingga selatan Banten di Pandeglang.
"Kita juga akan membangun jalan-jalan baru mulai dari batas Bandara Soekarno-Hatta sampai ujung pantai, sampai ke Tanjung Lesung, ini program kita," ujarnya.
Buruknya infrastruktur, menurut Wahidin, merupakan salah satu penyebab ketertinggalan masyarakat Banten di bidang sosial dan ekonomi. Untuk itu, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas pembangunan jangka menengah Pemprov Banten.
"Ini adalah salah satu sumber kenapa masyarakat kita tertinggal, baik secara ekonomi sosial, karena kita memang tertinggal dari infrastruktur. Jadi saya merasa punya kewajiban bersama Pak Asep (Ketua DPRD Banten) infrastruktur yang ada harus kita bangun," tuturnya. (asp/asp)











































