Perkenalkan, Ini Dia Dua Siswa Polisi di Pekanbaru yang Hafiz Alquran

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 06 Nov 2017 09:40 WIB
Dari kiri ke kanan Bestian Adha, Kombes Indra dan Firman Rasab (chaidir/detikcom)
Pekanbaru - Dua orang siswa di Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru tercatat sebagai hafiz Alquran. Keduanya yaitu siswa sekolah bintara (Seba) Bestian Adha dan Firman Rasab.

Saat detikcom mengunjungi SPN Polda Riau di Jl Pattimura kawasan Gobah Pekanbaru 240, beberapa waktu lalu, siswa polisi lagi latihan rutin berlari keliling lapangan. Sembari berkeliling di tengah terik mata hari, mereka tetap semangat. Mereka baru dinyatakan lulus seleksi pada bulan Agustus 2017 dan akan digembleng selama tujuh bulan sebelum dilantik menjadi anggota Polri dengan pangkat Brigadir.

Kepala SPN Polda Riau, Kombes Indra tampak mengawasi siswanya. Dari perbincangan ringan itu, Indra memberitahukan bahwa ada siswanya dua orang yang hafiq Alquran. Kedua siswa ini pun lantas dipanggil untuk mengobrol ringan dengan detikcom.

"Ini kedua siswa saya yang hafal baca Alquran, walau mereka tidak sampai 30 juz. Tapi mereka adalah sebagai motifasi buat rekan-rekan siswa lainnya untuk belajar Alquran dan agama," kata Indra.

Siswa Polisi Bintara Polda Riau, Bestian menyebutkan dirinya belajar Alquran sejak SD dan SMP. Ketika di bangku SMA, dia lebih memfokuskan dalam hafalan kitab suci ummat Islam itu.

"Sejak kelas 1 SMA saya fokus dalam hafalan Alquran, dan sampai di pendidikan di sini terus berlatih. Sekarang saya baru hafiz Alquran dua juz," kata Bestian tamatan SMA Kec Rambah, Kab Rokan Hulu (Rohul) Riau dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (4/11/2017).

Anak seorang petugas Satpol PP Pemkab Rohul ini, diberikan kepercayaan mengajari ke rekannya membaca Alquran dengan benar. Tiap malam jumat mereka juga membuat pengajian rutin.

"Kadang ada kawan yang bertanya bagaimana cara baca Alfatihah yang benar. Terus saya ajarkan cara bacanya yang benar sesuai dengan tajwidnya," kata jebolan SMA Rambah 2017 itu.

Bestian dalam kesibukannya selama pendidikan Bintara ini, tetap terus belajar mengasah kemampuannya dalam menghafal Alquran. Dia ingin penguasaan hafalan ini bisa terus bertambah.

"Saya terus belajar di tengah pendidikan sebagai siswa polisi, agar bisa menghafal sampai tuntas," kata Bestian.

Kemampunnya menghafal Quran itu, Bestian dipilih rekan-rekan siswa Bintara menjadi Kabid Keagamaan.

"Saya diangkat rekan siswa polisi sebagai Kabid Keagamaan selama pendidikan ini," kata Bestian. Itu sebabnya, di baju dinas pendidikannya tersangkut lencana sebagai posisi jabatan Kabid Keagaaman.

Hafiz Alquran siswa Polisi satu lagi adalah, Firman Rasab kelahiran 2 Januari 1998 tamatan SMA Babusalam Pekanbaru tahun 2017.

"Saya belajar Alquran sejak SD, cuma pemantapannya setelah SMA. Sekarang saya baru hafiz tiga juz," kata Firman.

Firman juga selain sebagai siswa Bintara, dia juga punya tugas khusus untuk memberikan pengajaran khutbah.

"Saya sering membelajari kawan-kawan untuk khutbah. Karena selama ini saya sering mengikuti lomba khutbah setingkat SMA di Pekanbaru," kata Firman anak dari seorang anggota Polri itu.

Menurut Firman, menghafal Quran baginya adalah soal niatan. Sepanjang ada niat dan ketekunan, siapa pun bisa melakukannya.

"Intinya, mau membaca Quran ini berangkat dari hati yang tulus. Kalau kita belajar, insya allah bisa," kata Firman.

Firman di rekan-rekannya juga diberikan kepercayaan memangku jabatan. Kemampuannya memberikan pelajaran khutbah, Firman diberikan kepercayaan sebagai Kabid Humas.

Kepala SPN Polda Riau, Indra menyebutkan bahwa pihaknya terus berbenah ke arah yang lebih baik dalam menggembleng calon anggota Polri.

"Dalam penerimaan siswa Bintara ini kita sangat terbuka, dan transparan. Kita perlu sampaikan ke masyarakat, untuk bisa menjadi anggota Polri jangan percaya dengan iming-iming ada bekengin. Sepanjang calonnya memang punya kemampuan pasti bisa lulus. Tidak ada lagi dugaan beking-bekingan itu," kata Indra.

Malah menurut Indra, bila dalam seleksi diketahui ada bekingan, nama calon siswa itu langsung dicoret. Panitia sekarang tidak main-main dalam penyeleksian calon siswa Bintara.

"Kalau seleksi diketahui ada yang pakai beking, panitia seleksi langsung mencoret calon siswa itu. Kita tidak main-main," kata Indra. (cha/asp)