Mabes Polri Kirim 60 Pasukan Khusus Ke Poso
Senin, 30 Mei 2005 23:03 WIB
Jakarta - Nampaknya aparat keamanan makin serius mengungkap kasus peledakan bom di Pasar Tentena, Poso, Sulawesi Tengah. Setelah menambahkan pasukannya di daerah konflik tersebut, kini Mabes Polri akan mengirimkan pasukan khusus.Pasukan yang akan dikirim sebanyak 60 personel. Pasukan disebut pasukan khusus karena mempunyai bermacam keahlian. "Pasukan ini mempunyai keahlian seperti identifikasi, kedokteran forensik, dan petugas yang mempunyai keahlian melukis wajah," Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Soenarko kepada wartawan di Gedung Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2005).Pasukan ini berasal dari Reserse dan Intelijen Polri atau TNI. Dengan mengirimkan 60 pasukan khusus ini, Polri berarti sudah mengirim sekitar 290 personelnya ke Poso. Sebelumnya, Minggu (29/5/2005) Mabes Polri juga telah mengirimkan 72 personelnya.Namun, meski telah menambahkan pasukannya, aparat keamanan masih belum berhasil mengungkap kasus peledakan bom ini. "Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan pengembangan," jelas Soenarko. Meski memusatkan perhatiannya untuk mengungkap kasus ini, Polri tetap melakukan pengamanan terhadap objek-objek vital di wilayah ibukota. Polri juga mengharapkan bantuan dari masyarakat untuk memberikan informasi perihal dari orang-orang atau kegiatan para teroris tersebut. Sebagai informasi, akibat dua ledakan bom di Sabtu pagi itu sedikitnya 22 orang tewas dan lebih dari 50 orang mengalami luka-luka parah. Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla memberikan batas waktu satu minggu kepada Tim Polri untuk memburu dan menangkap pelaku peledakan bom tersebut.
(atq/)











































