Ancaman Warga Australia Boikot Bali Belum Terbukti

Ancaman Warga Australia Boikot Bali Belum Terbukti

- detikNews
Senin, 30 Mei 2005 19:14 WIB
Denpasar - Ancaman warga Australia untuk tidak berlibur ke Bali karena kecewa dengan vonis penjara untuk si cantik Schapelle Leigh Corby hingga sekarang belum terbukti. Jumlah kunjungan warga Australia ke Bali di tengah memanasnya persidangan Corby tetap stabil. "Kita telah berbicara dengan travel di sini (Bali). Sampai sekarang belum ada dampaknya secara langsung. Mungkin saja karena putusan itu baru beberapa hari yang lalu. Tetapi kita tetap memantau jumlah kunjungan wisatawan Australia ke Bali," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Gede Nurjaya kepada detikcom di kantornya, Renon, Denpasar, Senin (30/05/2005). Bagaimana dengan jumlah kunjungan wisatawan Australia ke Bali pasca hakim menjatuhkan putusan 20 tahun penjara bagi Corby, Jumat (27/05/2005) lalu? "Untuk bulan Mei belum dapat dianalisa jumlah kunjungan wisatawan Australia ke Bali. Kita sedang mengadakan survei dan masih menunggu data dari imigrasi Bandara Ngurah Rai," jawabnya. Memanasnya persidangan si ratu mariyuana Corby belum berdampak serius pada jumlah kunjungan wisatawan Australia ke Bali. Selama Corby menjalani persidangan jumlah kunjungan warga Australia ke Bali cenderung meningkat. Nurjaya mengatakan, jumlah kunjungan Australia ke Bali hingga bulan April pada tahun 2005 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2004 lalu. Pada Tahun 2004 sebanyak 73.096 orang sedangkan pada tahun 2005 sebanyak 78.882 orang. "Normal saja, bahkan jumlah kunjungan wisatawan Australia sampai bulan April 2005 tetap menempati rangking kedua di bawah Jepang. Padahal pada periode tersebut kontroversi persidangan Corby tengah memanas," katanya. Nurjaya berharap masyarakat Australia tetap secara jernih memandang kasus Corby. Mereka diminta tidak mengaitkan persoalan hukum Corby dengan dunia pariwisata. "Salah benarnya kan sesuai dengan sistem hukum dimasing-masing negara. Pemerintah kita sudah begitu terbuka dalam peradilan ini. Masalah Corby adalah masalah drug. Drug adalah musuh dunia yang harus kita perangi sama-sama karena bisa membahayakan satu generasi," demikian Nurjaya. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads