Sandiaga tiba di lokasi yang berada di Masjid Al Ikhlas, Jl Cipete III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sekitar pukul 11.15 WIB. Dia ditemani Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Arifin dan Lurah Cipete Selatan Euis Sa'adah.
Dalam mengembangkan program sumur resapan ini pemerintah setempat bersama Fortuga dan Masyarakat Air Indonesia juga bekerjasama dengan Yayasan Masjid Al Ikhlas. Sandiaga pun tak lupa mengucapkan terima kasih untuk pengurus yayasan masjid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi bersama Fotuga dan ditanggap dengan cepat oleh Ibu Euis dan juga Pak Wali hari ini kita lihat uji coba sumur resapan. Tadi kita lihat pakai mata kepala sendiri bisa menampung begitu banyak limpahan air yang selama ini banyak menimbulkan genangan-genangan. Saya mengapresiasi sekali," papar Sandiaga di lokasi, Minggu (5/11/2017).
Kata Sandiaga, sebetulnya sudah ada peraturan terkait program sumur resapan ini. Maka itu, dia menginstruksikan Lurah Euis untuk kembali mengingatkan warga akan kewajiban membuat sumur resapan.
"Ini yang sekarang kita lihat di sekeliling Jakarta kita giatkan kembali. Secara IMB memang sudah ada kewajiban untuk membuat sumur resapan. Namun, enforcement-nya, bagaimana memastikannya itu yang diperlukan tentunya lebih giat lagi aparat maupun masyarakat," terangnya.
Rencananya, Fortuga dan Masyarakat Air Indonesia bakal membuat 16 ribu sumur. Mereka pun meminta Pemprov DKI Jakarta turut membantu dengan mendanai pembuatan 4 ribu sumur.
Mananggapi permintaan itu, Sandiaga mengatakan akan berusaha supaya program sumur resapan ini masuk ke rancangan APBD Pemprov DKI 2018.
"Jadi yang diminta itu Pemprov 4 ribu dan masyarakatnya 12 ribu. Jadi ini kemitraan yang luar biasa. Buat kami, kami akan lihat, akan bedah anggarannya lagi, masih ada 1-2 hari, kalau misalnya masih ada beberapa yang bisa kita keruk dari tempat lain atau kita bisa hemat dari tempat lain," pungkasnya. (fjp/fjp)











































