Selain Lulus Ujian, PSI Minta Bakal Calegnya Dikenal Tetangga

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Minggu, 05 Nov 2017 12:20 WIB
PSI saat mendaftar ke KPU. Foto: Grandyos Zafna.
Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menguji kompetensi bakal caleg secara terbuka. Ada sejumlah indikator penilaian yang menjadi uji kompetensi bacaleg dari partai berlambang mawar itu.

Seperti dilihat detikcom di kolom evaluasi kompetensi bacaleg PSI DPR-RI, setidaknya ada lima indikator penilaian yakni nilai (value), visi (vision), profesionalitas (profesionalism), kreativitas (creativity), komunikasi (communication), dan agent of change. Indikator tersebut yang jadi penilaian juri dengan lima tingkatan dari mulai sangat kurang hingga sangat bagus.

Sekjen PSI Raja Juli Antoni berharap seleksi bacaleg ini dapat membuat tradisi baru di dunia politik Indonesia. Selain itu, bacaleg yang lolos di uji kompetensi ini akan memasuki tahap lanjutan.

"Jadi ada proses lanjutan, jadi misalnya setelah ini, ada kemungkinan yang belum, ada memang orang yang masuk ke tahap selanjutnya dan masuk tahap sosialisasi," kata Raja di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (5/11/2017).

Tahapan-tahapan ini, menurut Raja, dilakukan agar kompetensi bacaleg semakin meningkat. Faktor kedikenalan dan kedekatan dengan masyarakat juga menjadi pertimbangan dari tahapan seleksi ini.

"Itu artinya kita minta masyarakat untuk menilai mereka. Misalkan mereka mengeluarkan rekomendasi secara online dari 200 orang di sekitar rumahnya, jadi kalau misalnya tetangga dia nggak suka, ya gimana? Kita minta untuk meningkatkan kapasitasnya, jadi kita minta class lanjutan. Valuenya bagus tapi skill lanjutan-nya perlu ditingkatkan, ada kelas-kelas untuk meningkatkan kemampuan mereka," tuturnya.

Selain itu, Raja mengapresiasi bacaleg yang telah mendaftar lewat PSI. Menurutnya, ada beberapa profesi dari mulai direktur hingga musisi yang mengajukan jadi bacaleg.

"Pada mendaftar itu orang tidak kita sangka-sangka misalkan direktur sebuah bank swasta, ada orang hari ini jauh-jauh dari Abu Dhabi datang mendaftar saya lupa di batch mana. Kemarin ada HRD dari perusahaan besar," ujarnya.

"Orang-orang yang sudah mapan ya yang biasanya tidak suka dengan politik. Tapi sekarang mereka bilang waktunya buat kami untuk berkontribusi melalui politik ini indikasi yang baik ya," sambungnya. (knv/bag)