Menurut Khofifah, pemilihan pasangannya di Pilgub Jatim 2018 tetap sesuai proses yang sedang berjalan. Saat ini pihaknya telah mengantongi hasil survei terhadap 10 calon pendampingnya nanti.
"Hasil surveinya selesai, saya sudah mendapatkan referensi dan presentasi tim. Besok siang baru saya akan melaporkan hasil survei ke tim 9," kata Khofifah kepada wartawan usai istighosah kubro bersama Muslimat NU di masjid Ponpes Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Sabtu (4/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah melaporkan hasil survei ke para kiai pendukungnya, lanjut Khofifah, nama calon pasangannya akan dimusyawarahkan dengan partai-partai pengusung. Hanya saja perempuan yang menjabat Menteri Sosial ini enggan menyebutkan hasil survei tersebut.
"Teman-teman tunggu ya," ujarnya.
Sementara salah satu kiai pendukung Khofifah, KH Asep Saifuddin Chalim menuturkan, pihaknya akan berupaya keras agar siapapun yang menjadi pasangan Khofifah bisa diterima oleh semua partai pengusung.
"Kita akan mengupayakan keras bahwa cawagubnya itu adalah dia yang didukung bersama-sama oleh partai pengusung, diterima semua partai. Sehingga semua bertanggung jawab pada pemenangan," ujarnya.
Partai Demokrat ngotot meminta jatah calon wakil dengan dalil parpol yang terbesar memiliki 13 kursi alias terbanyak. "Kan ada fatsun politik. Suara terbanyak yang diberikan (cawagub)," kata Ketua DPD Partai Demokrat Soekarwo di Hotel Singgasana, Surabaya, Rabu (1/11/2017).
"Karena Demokrat 13 (kursi), jadi (cawagub pendamping Khofifah) itu harus dari Demokrat," jelasnya.
Soekarwo juga menyampaikan bahwa calon wakil Khofifah nantinya harus menjadi anggota atau kader Partai Demokrat. (rvk/rvk)











































