Andy akan mempresentasikansoal keterbukaan dan kebebasan berekspresi di Indonesia kepada panelis. Andy lalu menyinggung soal dinamika Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
"Contoh yang paling gampang adalah Pilkada DKI lalu, bagaimana orang memilih berdasarkan referensi keyakinan agama yang sama, bukan karena kompetensi," kata Andy di Gedung PSI, di Jalan Wahif Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (4/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andy menilai, kampanye Pilkada DKI yang lalu brutal dan sangat mengkhawatirkan. Apalagi, kata Andi, dalam sejarah Pemilu di Indonesia sejak tahun 1995 hingga tahun 2014, hal seperti itu belum pernah terjadi.
"Brutal dalam artian penggunaan isu agama yang sangat mencemaskan karena belum pernah terjadi sebelumnya. Baik pada Pemilu pertama sampai 2014," imbuhnya
Selain itu, Andy juga menyoroti soal beberapa kebijakan ekonomi. Andy memberi contoh soal impor sapi.
"Misalnya kuota impor, membuat harga semakin mahal. Daging Sapi, kita nggak bisa memenuhi. Itu kita alami, setiap tahun kita alami. Kita nggak bisa impor kan aneh. Kalau misalnya kekurangan daging, seharusnya dibuka dong, dan lihat malah sumber kuota itu malah menjadi sumber korupsi. Jangan lupa ada banyak dari partai politik dipenjara karena bermain," imbuh Andy.
Tak hanya soal itu, Andy juga menyoroti maraknya berita hoax dan hate speech yang saat ini. Menurut Andi, pemerintah wajib meluruskan berita hoax yang bermunculan.
"Begitu ada hoax, media streaming wajib sebagai clearing house. Hate speech di-handle pemerintah dan dilarang. Apalagi, sampai melakukan kekerasan, harus ditangkap," imbuh Andy.
Dia juga bicara soal keterbukaan negara.
"Sudah terbukti kalau suatu negara terbuka semakin sejahtera. Paling gampang China. Mereka dulu sebagai negara tertutup dan miskin dan kelaparan tapi mereka begitu terbuka, growth bisa 90 persen, India juga gitu," kata Andy.
"Negara yang berkembang lebih cenderung sejahtera dibandingkan tertutup. Mengutip John Locke, pada akhirnya regulasi itu tujuannya bukan untuk memenjara atau membatasi ide, justru untuk melindungi individu dan memperluas batas kebebasan agar bisa berekspresi menyatakan pendapat. Bagaimana masyarakat maju itu tujuan regulasi," pungkas Andy. (gbr/rvk)











































