Chusnul Mengaku Sering Diteror

Bawa Bodyguard ke KPK

Chusnul Mengaku Sering Diteror

- detikNews
Senin, 30 Mei 2005 17:14 WIB
Jakarta - Ada apa dengan Chusnul Mar'iyah? Dibanding anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) lainnya, Chusnul terlihat sangat berbeda saat mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kalau anggota KPU lainnya cukup didampingi pengacara, Chusnul menambahnya dengan empat bodyguard. Mengapa Chusnul sampai harus mendapat kawalan superketat itu? Pengacara Chusnul, Made Rahman Marasabessy, menuturkan alasannya. Menurut Marasabessy, Chusnul sering mendapat ancaman teror lewat telepon genggamnya. "Pengawalan dilakukan karena Ibu Chusnul sering menerima teror melalui HP (handphone). Pengawal itu adalah bantuan dari orang lain, bukan inisiatif Bu Chusnul atau pengacara," kata Marasabessy kepada wartawan di kantor KPK, Jl. Veteran, Jakarta, Senin (30/5/2005). Saat ditanya siapa pihak yang memberikan bantuan pengawalan itu, Marasabessy menolak menjelaskan. Bodyguard Chusnul sendiri bukannya tak menyebabkan masalah. Sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi, para bodyguard itu nyaris terlibat bentrok dengan wartawan yang mengejar Chusnul. Para bodyguard mengancam akan memukul wartawan jika mendekati Chusnul.Atas insiden itu Chusnul meminta maaf. "Selaku pribadi saya minta maaf kepada wartawan atas kelakuan pengawal saya tadi pagi. Jika terulang lagi maka pengawal itu takkan dipakai lagi," kata Chusnul dalam pernyataan sikapnya yang dibacakan pengacaranya.PemeriksaanSementara itu, penyidik KPK memeriksa Chusnul mengenai pengadaan teknologi informasi (TI) di KPU. Tentang isu Rp 100 juta dana taktis KPU dipakai Chusnul untuk membayar pengacara, Marasabessy mengaku tak tahu. "Kasus itu belum dijelaskan ke saya," katanya. Selain Chusnul, KPK juga memanggil mantan pengacara Chusnul saat berseteru dengan Roy Suryo, Mira Stefany. Mira membenarkan diperiksa tentang Rp 100 juta yang diberikan Chusnul kepadanya. Namun Mira mengatakan tak tahu asal uang tersebut. "Ada uang sebesar itu tapi untuk biaya fee saya. Saya tak tahu dana itu berasal dari mana," kata Mira. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads