DetikNews
Sabtu 04 November 2017, 09:51 WIB

Menanti Solusi Macet Ekstrem Jakarta Pasca-obrolan Jokowi-Anies

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Menanti Solusi Macet Ekstrem Jakarta Pasca-obrolan Jokowi-Anies Foto: Danu Damarjati/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang intens seputar proyek-proyek di Jakarta. Jokowi berpesan agar Anies menuntaskan pembangunan proyek-proyek, termasuk kekhawatiran tentang kemacetan yang ekstra.

Perbincangan serius antara Jokowi dan Anies itu terjadi seusai peresmian Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), tepatnya di pinggir Kalimalang, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat (3/112017) sekitar pukul 08.30 WIB.

Jokowi kemudian mencari ketua komunitas mobil offroad yang sudah memberi tumpangan mobil. Dia ingin pamit untuk kembali ke Istana.


Kemudian Jokowi memulai obrolan dengan Anies. Keduanya mengenakan rompi keselamatan kerja dan masih mengenakan helm proyek. Suara obrolan mereka cukup lirih. Sesekali Jokowi menggerakkan tangan, begitu pula Anies saat menanggapi.

Di belakang Jokowi, tampak para menteri hanya menunggu obrolan Jokowi dengan Anies selesai. Ada Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

Obrolan yang tampak serius itu berlangsung selama sekitar lima menit. Ngobrol apa dengan Gubernur Anies barusan, Presiden Jokowi? "Ngobrol proyek," jawab Jokowi. Lantas Jokowi meluncur ke Istana Kepresidenan di Jakarta Pusat.

Setiba di Balai Kota, Anies mengungkapkan isi pembicaraannya dengan Presiden Jokowi. "Macam-macam yang kita bicarakan. Jalan yang tadi diresmikan itu surat perintah SPK-nya sudah keluar tahun 1996. Dan baru kemudian dieksekusi lagi tahun 2015," terang Anies.

Menurut Anies, Jokowi berpesan agar proyek infrastruktur untuk warga Jakarta yang belum berjalan bisa segera diproses. Anies mengatakan Jokowi juga sempat membahas analisis mengenai dampak lingkungan lalu lintas (amdal lalin) proyek infrastruktur.

"Jadi kita obrolkan juga tentang proyek-proyek yang selama ini belum berjalan harus segera dijalankan. Jadi kita obrolannya 100 persen soal pekerjaan di Jakarta. Iya tadi beliau (Jokowi) membicarakan juga soal rencana pembangunan yang akan jalan. Kekhawatiran menimbulkan kemacetan yang ekstra," tutur Anies.

Kepada Jokowi, Anies mengatakan akan mengatur proses perencanaan proyek infrastruktur, termasuk soal analisis mengenai dampak lingkungan lalu lintas (amdal lalin). Menurut Anies, Jokowi berharap proyek infrastruktur yang belum berjalan bisa segera diproses pada 2018.

Tapi sayang, Anies tidak menyebutkan proyek apa saja yang dimaksud Jokowi. Yang jelas, proyek yang dibicarakan Jokowi di luar 6 proyek yang saat ini sedang dikerjakan adalah flyover Pancoran, Cipinang Lontar, dan Bintaro serta underpass Mampang-Kuningan, Kartini, dan Matraman.

"Jadi saya sampaikan pada Presiden, kita nanti atur supaya penjadwalannya bisa lebih baik, amdalnya harus dilakukan. Tadi kesimpulannya kita berharap sebagian dimulai sesudah 6 proyek yang sekarang sedang berjalan itu tuntas, dan ditargetkan awal tahun," paparnya.

Pengamat transportasi Darmaningtyas mengusulkan sejumlah solusi untuk mengatasi kemacetan dampak pembangunan infrastruktur.

"Kalau mengatasi kemacetan di tengah pembangunan infrastruktur ya tidak bisa karena kendaraan itu tetap sementara ruas jalannya berkurang sehingga pasti akan terjadi penyempitan, seperti di Kuningan, di Matraman, pasti dampaknya terhadap kemacetan," kata Darmaningtyas saat dihubungi detikcom, Jumat, 3 November 2017, malam.

Menurut Darmaningtyas, solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi kemacetan di Jakarta adalah pemindahan Ibu Kota. "Pemerintah harus mengambil inisiatif, kalau mau atasi kemacetan di Jakarta ya pindahkan Ibu Kota. Kalau cuma bangun infrastruktur, bangun gedung tidak akan mengatasi kemacetan karena begitu infrastruktur bertambah, kendaraan bertambah, jadi mengikuti," ujarnya.

"Karena usaha-usaha, bisnis mengikuti kekuasaan di mana kekuasaan itu ada. Selama kekuasaan ada di Jakarta, ya orang akan lari ke Jakarta," imbuhnya.

Selain itu, menurut dia, Pemprov DKI Jakarta harus punya perencanaan pembangunan yang baik. "Pemprov kita itu harus punya planning, jangan nambahin infrastruktur yang tidak penting, misalnya nanti underpass selesai bangun ruas jalan tol, itu kan sama saja tidak memberikan kepastian," kata dia.
(aan/tor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed