"Justru itu yang saya bilang, jangan hanya yang ruang tambahan (program Anies-Sandiaga). Saya ingin justru yang Rp 71 triliun lainnya dilihat. Tapi juga lihat yang sudah dimasukkan di bulan Juli, makanya saya minta outputnya harus jelas," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2017).
Anies ingin anggaran yang dipakai memiliki hasil yang positif dari penggunaannya. Dia mencontohkan rancangan anggaran penataan kampung Rp 100 miliar untuk menata kampung di Ibu Kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Sandiaga menginstruksikan agar anggaran yang sudah disusun dicek kembali alokasinya. Ini untuk memastikan tidak ada anggaran yang terbuang percuma
"Sekarang kita sisir lagi. Pastikan semua kegiatan itu kembali ke masyarakat kecil, fokus ke masyarakat kecil. Pastikan anggaran tidak ada yang waste full," tegas Sandiaga.
Sekda Saefullah dan Kepala Bappeda Tuty Kusumawati pada Kamis (2/11) menghadap Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta untuk memberikan revisi rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2018.
Dalam draf revisi rancangan KUA-PPAS itu disebutkan anggaran APBD DKI Jakarta sebesar Rp 76,7 triliun, itu sudah termasuk dengan dana program Anies-Sandiaga.
(fdn/fdn)











































