Pangdam: Aparat Belum Mampu Ciptakan Keamanan di Poso
Senin, 30 Mei 2005 15:34 WIB
Jakarta -
Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VII/Wirabuana Letnan Jenderal TNI Suprapto mengakui aparat belum mampu menciptakan stabilitas keamanan di Poso, Sulawesi Tengah. Ia juga mengakui keterbatasan aparat intelijen.Pangdam menyampaikan hal itu pada serah terima jabatan Komandan Komando Resor Militer 132 Tadulako Palu, dari Letnan Kolonel Infanteri Moch Slamet kepada Letnan Kolonel Infanteri Husain Malik, Senin (30/5/2005) di Lapangan Vatulemo, Jalan Moh Yamin, Palu Selatan. "Sampai saat sekarang pemerintah khususnya aparat keamanan belum mampu menciptakan stabilitas keamanan sifatnya permanen," aku Suprapto.Ia juga prihatin dengan kasus bom Tentena yang menimbulkan banyak korban jiwa itu. Dikatakan dia, pemerintah, aparat keamanan dan utamanya masyarakat harus menumbuhkan kesadaran bersama menciptakan stabilitas keamanan."Sesuai undang-undang, TNI akan membantu melaksanakan tugas mengamankan daerah dan mencegah kemarahan kelompok tertentu akibat provokasi dari kelompok masyarakat lainnya," jelas Pangdam. Disampaikanya pula, saat ini TNI telah memberikan bantuan obat-obatan dan tim medis untuk penanganan korban bom Tentena. Sementara penambahan personel TNI sampai saat belum diperlukan. Yang penting sebenarnya, menurut Pangdam, masyarakat memiliki kesadaran untuk membantu aparat keamanan dalam memberikan informasi terkait kasus-kasus yang terjadi di Poso. "Sebab kemampuan intel terbatas, karena kadangkala informasi yang didapatkan sangat terbatas pula," akunya.Masyarakat, imbuhnya lagi, juga merupakan bagian penting yang bisa mengumpulkan keterangan yang diperlukan. "Informasi dari masyarakat nantinya nantinya dicross-chek, lalu disimpulkan," demikian Pangdam.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































