DetikNews
Jumat 03 November 2017, 11:14 WIB

Sindiran 'Proyek Kecebong' Roy Suryo di Tengah Hangatnya Jokowi-SBY

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Sindiran Proyek Kecebong Roy Suryo di Tengah Hangatnya Jokowi-SBY Foto: Istimewa
Jakarta -

Belakangan ini hubungan Presiden Jokowi dengan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono makin hangat. Bahkan baru sepekan lalu SBY yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat menemui Presiden Jokowi.

Pertemuan penting tersebut digelar di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, pada Jumat (27/10) kemarin. SBY dan Jokowi berbincang akrab di beranda Istana alias verandah talk. Pertemuan keduanya cukup lama, tak dilanjutkan dengan konferensi pers.

Kabarnya Jokowi dan SBY membahas sejumlah isu aktual saat ini. Salah satunya soal Perppu Ormas yang sempat jadi kontroversi.

Pertemuan itu hanya salah satu potret menghangatnya hubungan SBY-Jokowi. Pada Agustus lalu, Agus Harimurti Yudhoyono juga sowan Jokowi menyampaikan salam hangat dari SBY sekaligus minta wejangan jelang pendirian The Yudhoyono Institute.

Yang menarik di tengah hangatnya hubungan Jokowi dengan pucuk pimpinan Partai Demokrat itu, masih muncul sindiran tajam dari Roy Suryo yang tak lain Waketum Partai Demokrat. Bak petir di siang bolong, Roy menyebut 'proyek kecebong' untuk sebuah program andalan Presiden Jokowi, kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Beberapa waktu lalu kita lihat proyek yang saya sering menyebutnya, bahkan saya katakan itu proyek kecebong. Kecebong itu kereta cepat bohong-bohongan. Iya, ini bohong-bohongan karena sebenarnya tidak perlu membangun kereta cepat Jakarta-Bandung yang berhenti 4 kali," sindir Roy dalam sebuah diskusi yang digelar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Roy menyebut proyek 'kecebong' hanya dijalankan demi kepentingan pengembang. Dia memberi suatu contoh berdasarkan pendapat pribadi.

"Karena sebenarnya satu pemberhentian yang namanya Kota Walini, itu adalah untuk pengembang. Kota Walini itu akan dibangun di salah satu PTPN, menggusur hutan. Waktu saya masih di Komisi VI beberapa waktu lalu, komisaris PTPN kita dorong untuk menolak itu. Dan sampai sekarang kecebong tetap menjadi kecebong," sebut dia.

Lantas apakah pandangan Roy Suryo ini sikap pribadinya sebagai anggota DPR yang wajib menyalurkan aspirasi rakyat, ataukah sikap resmi Partai Demokrat?

"Itu kritik membangun. Masyarakat jadi tahu perkembangan proyek kereta cepat tersebut kan," kata Roy Suryo saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (3/11/2017).

Apakah pernyataan tajam Roy ini bakal mengusik hubungan dua 'Presiden' atau justru makin menghangatkan?


(van/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed