DetikNews
Jumat 03 November 2017, 10:43 WIB

Penjelasan Pemprov DKI soal Tak Adanya Peringatan untuk Alexis

Faiq Hidayat - detikNews
Penjelasan Pemprov DKI soal Tak Adanya Peringatan untuk Alexis Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta Edy Junaedi (Istimewa)
Jakarta - Asosiasi pengusaha hiburan malam mempersoalkan mekanisme penutupan Alexis yang tanpa surat peringatan. Pemprov DKI menjelaskan alasan peringatan tidak diberikan.

"Kalau izin masih hidup diberikan peringatan 1, peringatan 2, dan tutup gitu kan. Tapi kalau dia kayak kasus Alexis, izin mati ya sudah kita tidak perpanjang, nggak usah kita kasih peringatan," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta Edy Junaedi kepada detikcom di Jakarta, Kamis (3/11/2017).

Edy mengatakan pihaknya memiliki hak tidak memperpanjang izin usaha Alexis. Kebijakan tidak memperpanjang izin usaha dikeluarkan tanpa peringatan. Jika usaha izin usaha Alexis belum habis, pihaknya dapat memberi peringatan.

"Peringatan ya memang tidak ada peringatan, wong perpanjangan kok. Perpanjangan kan hak kita bukan melalui peringatan. Kalau masih hidup kita cek ada pelanggaran kita kasih peringatan 1. Masih tidak dibenerin kasih peringatan 2, tidak diperbaiki juga kita tutup," jelas Edy.

Edy memandang penutupan Alexis dapat menjadi pertimbangan Gubernur dan Wagub DKI Anies-Sandi untuk membuat kebijakan pariwisata di DKI yang lebih beradab. Penutupan Alexis juga dapat menjadi acuan untuk mengevaluasi seluruh praktik prostitusi di Ibu Kota.

"Sekarang ini makanya kalau melihat ada hikmah di balik peristiwa ini. Bisa menjadi momentum gubernur baru bawa kebijakan baru di industri pariwisata Jakarta lebih beradab dan dunia mesti lebih beradablah. Ini jadi alert untuk mengevaluasi total praktik prostitusi industri pariwisata, jangan pernah, misalnya, sevulgar seperti ini," imbuhnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Aspija) Erick Halauwet sebelumnya menyesalkan penyetopan izin usaha Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis oleh Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, semestinya pihak Alexis lebih dulu diberi peringatan.

"Kami sesalkan tindakan gubernur, terlalu arogan. Seharusnya kan diberi peringatan dulu. Ya ibaratnya, kita ini dibina dulu. Jangan dibinasakan," kata Erick ketika dihubungi, Rabu (1/11).
(nvl/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed