Bom Tentena Manuver Biadab

Kaukus Daerah Konflik DPD RI:

Bom Tentena Manuver Biadab

- detikNews
Senin, 30 Mei 2005 15:22 WIB
Jakarta - Kaukus Daerah Konflik dan Pasca Konflik Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menuntut aparat keamanan secepatnya menangkap pelaku dan jaringan pengeboman di Pasar Tentena, Poso, Sulteng. Bom Tentena dianggap sebagai manuver biadab.Mereka juga mendesak aparat keamanan bertindak adil dalam mengungkap kasus ini sebagaimana penanganan bom di Bali, Hotel JW Marriott dan Kedubes Australia."Kita minta bukti penanganan penyerangan masyarakat sipil di Tentena, di pasar lagi. Bagaimana yang dilakukan aparat keamanan, biar tidak timbul kesan masyarakat di Kuta dan Poso berbeda," tegas anggota DPD dari Sulteng M Ikhsan Loulembah dalam jumpa pers di Gedung DPR RI, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (30/5/2005).Kaukus ini terdiri dari 24 anggota DPD dari enam daerah konflik yakni Aceh, Sulteng, Papua, Irjabar, Maluku dan Maluku Utara. Saat menyampaikan sikap kaukus, Ikhsan didampingi dua anggota DPD lainnya dari Sulteng yakni Juanda Abubakar dan Faisal Mahmud. Ikhsan juga menambahkan agar masyarakat mewaspadai segala implikasi yang akan muncul pasca aksi destruktif tersebut dan berharap masyarakat tetap memelihara situasi damai.Dia juga menyatakan bom di Tentena merupakan serangan terhadap kemanusiaan yang sifatnya universal yang tidak bisa dicarikan justifikasinya pada ajaran agama, ideologi, standar moral dan kepentingan politik apa pun. "Bom Tentena merupakan manuver biadab yang bertujuan mengacaukan situasi keamanan di Poso yang sudah mulai membaik, serta serangan kepada pemerintah yang sedang mengupayakan pemulihan perekonomian secara nasional di mata dunia internasional," ujarnya.Faisal Mahmud menambahkan, secara pribadi dia akan meminta Kapolri dan Kapolda Sulteng mundur jika tidak mampu menangkap pelaku pengeboman yang menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 50 orang tersebut.Aparat diberi waktu selama 10 hari untuk menangkap pelakunya. "Masa 12 kali pengeboman di sana tidak satu pun ditemukan (pelakunya)," tegas Faisal.Dia juga meminta aparat keamanan memberikan informasi terus menerus mengenai perkembangan pengeboman di Tentena agar masyarakat bisa merasakan keamanan lagi. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads