Tidak Dapat Bom di SIS, Polisi Malah Merazia Motor

Tidak Dapat Bom di SIS, Polisi Malah Merazia Motor

- detikNews
Senin, 30 Mei 2005 14:19 WIB
Jakarta - Bom di Tentena, Poso membuat orang semakin waspada. Termasuk bila ada ancaman bom. Yang paling waspada, tentu polisi. Begitu ada ancaman bom melalui telepon atau apa saja, polisi langsung bergerak untuk mengendusnya. Itu juga yang dilakukan aparat Polsek Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2005). Sewaktu ada kabar melalui telepon yang masuk ke Polsek Cilandak, bahwa Singapore International School (SIS) diancam bom, sekitar 20 petugas Polsek langsung bergerak mendatangi lokasi yang terletak di kompleks Bonavista , Jl. Bona Vista Raya, Lebakbulus, Jakarta Selatan, itu. Tapi, yang terjadi selanjutnya adalah cerita yang cukup menggelikan. Sebab, gara-gara tidak mendapat konfirmasi soal ancaman bom itu, aparat Polsek Cilandak itu kemudian malah menggelar razia sepeda motor di sekitar SIS. Sambil menyelam minum air, tampaknya. Kisah detilnya begini. Begitu ada kabar ke Polsek Cilandak bahwa SIS diancam bom, puluhan petugas Polsek datang ke sekolah yang sedang libur itu sekitar pukul 10.15 WIB. Kemudian mereka menemui petugas satuan pengaman dan pimpinan sekolah, yang memberitahukan bahwa pihaknya menerima laporan sekolah tersebut menerima ancaman bom.Tentu saja, pihak satuan pengaman (satpam) SIS kaget mendengar kabar bahwa ada ancaman bom ke wilayahnya. Sang satpam menjelaskan bahwa tidak ada ancaman yang masuk ke wilayahnya. Satpam juga menjelaskan bahwa SIS sejak Jumat (27 /5/2005) sampai 28 Juni 2005 libur. Yang ada hanya guru-guru dan staf saja. Meski begitu, kedatangan puluhan anggota polisi ke sekolah tersebut membuat satpam dan guru-guru memberikan respons. Aparat kepolisian tetap berjaga-jaga di depan sekolah itu. Sementara para guru diminta pulang lebih awal. Sebuah sekolah taman kanak-kanak (TK) yang terletak di depan JIS juga terkena dampaknya. Seharusnya proses belajar mengajar di sekolah TK ini dilakukan sampai pukul 13.00 WIB. Tapi, gara-gara ada kabar ancaman bom ini, para guru memulangkan murid-muridnya pukul 11.00 WIB. Aparat kepolisian tidak sampai mendatangkan Tim Gegana ke sekolah itu, seperti yang biasa dilakukan untuk menghadapi ancaman bom. Aparat hanya tampak berkumpul di depan sekolah. Setelah satu jam lebih siaga, mereka pun akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 11.30 WIB. Polisi tidak mendapat konfirmasi adanya ancaman bom di SIS. Seusai meninggalkan SIS, aparat kepolisian pun keluar dari kompleks Bonavista. Mereka tidak perlu menuju markasnya terlebih dulu, karena mereka langsung menggelar razia kendaraan bermotor roda dua di Jalan Lebakbulus I. Berbeda dengan sewaktu menerima laporan ancaman bom, kali ini banyak kendaraan roda dua yang kena tilang. (jon/)


Berita Terkait