Dirut JakTour: Halal Tourism Bisnis Menguntungkan

Dirut JakTour: Halal Tourism Bisnis Menguntungkan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 02 Nov 2017 18:23 WIB
Dirut JakTour: Halal Tourism Bisnis Menguntungkan
Foto: Balai Kota DKI (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo G Jeffrey Rantung mengatakan Halal Tourism sangat menguntungkan dari sisi bisnis. Hotel dengan konsep syariah menjadi salah satu lahan bisnis halal tourism.

"Untung dong, (halal tourism) untung banget. Ini bicara soal bisnis ya," kata Jeffrey di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (2/11/2017).

Jeffrey mengatakan bisnis hotel syariah dapat dijalankan bekerja sama dengan instansi terkait seperti kementerian agama. Jeffrey menyebut Kementerian Agama memiliki banyak kegiatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiap tahun aja kita udah ada mereka-mereka di Kementerian Agama yang pelatihan apa semua, semua bisa masuk di situ. Belum bicara kerja sama dengan misalnya pesantren-pesantren," sebutnya.

"Atau misalnya kita bikin kegiatan hafidz Alquran, pelajaran satu bulan, kerja sama dengan Kementerian Agama. Kementerian Agama memilih yang mau belajar hafidz Alquran dari semua pesantren, masuk ke hotel situ, dibayarkan, APBN masuk, duitnya banyak, kagak ada abisnya tuh hotel," lanjut Jeffrey.

Jeffrey mengungkapkan, salah satu wilayah yang sudah mengembangkan halal tourism adalah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Lombok sudah menunjukkan potensi pasar dari hotel syariah.

"Lombok saja bisa, itu yang saya bilang sama Pak Wagub (Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno). Lombok saja bisa jadi destinasi halal, masa Jakarta enggak bisa," tutur Jeffrey.

Jeffrey menjelaskan hotel syariah memiliki prinsip islami. Mulai dari desain hotel hingga manajemen hotel.

"Jadi mulai dari desain hotelnya, bagaimana mereka menyiapkan posisi kamar, ruang makan, apa semua, ya harus islami. Kedua, syariah dalam sisi manajemen, kebijakan manajemen harus syariah," jelasnya

Hotel tersebut juga menerapkan hal-hal yang berprinsip syariah Islam. Seperti masalah keabsahan pasangan dan pemisahan ruangan antara perempuan dan laki-laki.

"Contohnya pada waktu check in, tentu kita akan lihat yang namanya surat nikah, misalnya suami istri, kan itu yang penting. Kalau misalnya dia bukan suami istri, terus ada kegiatan, ada acara, ya tentu kita akan pisahkan ruangannya misalnya, floor-nya pasti ada pemisahan dong," ucap Jeffrey.

Jeffrey mengungkapkan saat ini sudah ada beberapa hotel berbasis syariah yang berada di Jakarta. "Sudah ada beberapa, swasta, (Hotel) Sofyan," imbuhnya. (nvl/nvl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads