Din Syamsuddin: Indonesia Punya Dasar Persatuan Bangsa yang Kuat

Tsarina Maharani - detikNews
Kamis, 02 Nov 2017 17:25 WIB
Din Syamsuddin saat bertemu Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha (Walubi) Hartati Murdaya (Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Din Syamsuddin ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai utusan khusus untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini pun melakukan pertemuan dengan sejumlah majelis keagamaan.

Dia mengatakan hal ini dalam upaya mempromosikan kerukunan umat beragama di Indonesia dan luar negeri yang berdasarkan Pancasila.


"Tugas saya untuk mempromosikan hidup kerukunan umat beragama di Indonesia dan luar negeri yang berdasarkan Pancasila," ujar Din saat pertemuan dengan Perwakilan Umat Buddha (Walubi) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (2/11).

Din mengatakan upaya mewujudkan kerukunan umat beragama dan penyelesaian konflik bernuansa agama diprioritaskan di dalam negeri.


"Namun, sebelum ke luar negeri, kita perlu ciptakan kerukunan dalam negeri dahulu. Amanatnya itu dari dalam negeri, bahkan harus dimulai dari dalam dulu," terang mantan Ketua MUI ini.

Sejak dilantik pada Kamis (23/10) lalu, Din telah bertemu dengan beberapa organisasi keagamaan. Selain Walubi, dia telah bertemu dengan Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).


Dalam kesempatan bertemu dengan Walubi, Din meminta bantuan kepada para rohaniwan Buddha untuk ikut mempromosikan umat beragama di Indonesia. Menurutnya, Indonesia sudah memiliki dasar yang kuat untuk mewujudkan kerukunan beragama.

"Mohon kami dapat didukung dalam mewujudkan kerukunan umat beragama. Persatuan kesatuan bangsa yang sudah kuat dasarnya. Ada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan sekaligus UUD 1945," jelas Din di hadapan para bikkhu Buddha yang hadir.


Din menerangkan kerukunan umat ini semestinya bukan hal yang sulit dilakukan. Mengingat banyak persamaan mendasar yang melandasi tiap ajaran agama di Indonesia.

"Saya berpikir, selain ada perbedaan, tetapi banyak sekali persamaan. Persamaan itu terletak pada etika dan orientasi manusia dan kemanusiaan," ucap Din. (jbr/jbr)