Temui JK, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Desak TGPF Novel Dibentuk

Temui JK, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Desak TGPF Novel Dibentuk

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Kamis, 02 Nov 2017 16:06 WIB
Temui JK, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Desak TGPF Novel Dibentuk
Dahnil Anzar Simanjuntak (Muhammad Taufiqqurahman/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK). Dalam pertemuan itu, Dahnil sempat menyinggung tentang pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk kasus teror penyiraman air keras ke Novel Baswedan.

"Jadi saya ketemu Pak JK menyampaikan 3 hal, tapi hal yang pertama ini saja yang saya sampaikan. Jadi salah satunya adalah saya menyampaikan terkait permintaan dan desakan masyarakat sipil, termasuk mantan pimpinan KPK, terhadap pembentukan TGPF," kata Dahnil di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (2/11/2017).

Dahnil berharap JK ikut bersuara soal pembentukan TPGF Novel. JK, menurut Dahnil, cukup sering berbincang dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait Novel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beliau menyampaikan masalah TGPF ini, beliau pada prinsipnya sejak awal sudah banyak bicara dengan presiden, bahkan di dalam diskusi terbatas beliau menyampaikan banyak membahas itu. Jadi pemerintah juga supporting terus terkait dengan pengobatan Novel dan Pak JK juga mengikuti perkembangan itu," terangnya.

Namun, terkait apakah pemerintah sepakat dengan pembentukan TGPF, Dahnil menyebut JK belum memberikan jawaban. Dia berharap JK bisa mempertimbangkan pembentukan TGPF itu.

"Terkait dengan apakah pemerintah, khususnya Pak JK, akan bersepakat dengan TGPF, Pak JK belum menjawab tadi. Kami sih berharap Pak JK bisa supporting dan mendorong TGPF, tapi Pak JK tadi belum menjawab. Mudah-mudahan nanti dipertimbangkan," kata Dahnil.

Dahnil menyebut JK selalu melek informasi terkait kondisi Novel. Bahkan, menurut Dahnil, JK pun tahu tentang penundaan operasi Novel.

"Pak JK sudah tahu bahkan. Pak JK tadi menyebutkan mau operasi kemudian batal ya. Saya jelaskan memang ada pembatalan operasi, jadi memang Pak JK mengikuti proses sejak awal perkembangan novel," ujar Dahnil. (tfq/dhn)


Berita Terkait