Kalla Yakin Azahari dan Noordin Dalangi Bom Tentena

Kalla Yakin Azahari dan Noordin Dalangi Bom Tentena

- detikNews
Senin, 30 Mei 2005 12:59 WIB
Jakarta - Teroris kakap Dr Azahari dan Noordin M Top diduga kuat terlibat aksi pengeboman di Pasar Tentena, Poso, Sulteng, pada Sabtu (28/5/2005) lalu. Aksi buronan Polri tersebut diduga dibantu pemain-pemain baru.Dugaan keterlibatan Azahari dan Noordin ini disampaikan Wapres Jusuf Kalla usai membuka Munas ke-8 Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) di Hotel Grand Cempaka, Jl. Letjen Suprapto, Jakarta, Senin (30/5/2005).Peledakan bom di Tentena, menurut Kalla, juga terkait erat dengan aksi-aksi teror sebelumnya yang terjadi di Mamasa, Poso dan Ambon. Semua peristiwa itu diyakini memiliki motif yang sama, yakni berusaha memprovokasi situasi daerah yang pernah dilanda konflik yang kini mulai kondusif.Pelaku teror tersebut, ungkap Kalla, adalah kelompok lama yang dibantu orang-orang baru yang menjadi buronan pihak kepolisian selama ini."Pimpinannya yang punya pengaruh kuat adalah Azahari dan Noordin M Top, tentu saja mereka terkait dengan ini semua," tegas Kalla.Karenanya, Kalla mengaku sangat menyesalkan belum tertangkapnya dua buronan tersebut. Namun dia yakin otak peledakan di Kedubes Australia dan Hotel JW Marriott itu dapat tertangkap dalam waktu dekat. "Aparat keamanan kini secara intensif telah menggelar operasi pengejaran terpadu dan mendalami data-data yang diperoleh dari pelaku teror dan peledakan yang telah tertangkap," katanya.Saat disinggung kemungkinan pergantian Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar yang dinilai gagal mencegah sejumlah aksi teror bom, Kalla tidak bisa memastikan hal tersebut. "Nantilah kita lihat saja perkembangan berikutnya," tegas Kalla.Sekadar diketahui, di awal pemerintahannya, duet SBY-Kalla telah menargetkan kepada Kapolri untuk menangkap dua buronan tersebut dalam waktu 100 hari. Namun hingga kini Azahari dan Noordin M Top masih bebas berkeliaran dan menjalankan aksinya tanpa bisa terjamah. Bahkan aksi-aksi mereka berhasil mengelabui aparat. Di saat aparat meningkatkan konsentrasi keamanaan di Kedubes AS dan tempat-tempat vital lainnya di ibukota, teror justru melanda daerah-daerah seperti Poso.Akibat dua ledakan bom di Sabtu pagi itu sedikitnya 22 orang tewas dan lebih dari 50 orang mengalami luka-luka parah. (umi/)


Berita Terkait