"Yang kalah kemarin dievaluasi Ibu Mega salah satunya soliditas dan kekompakan kader di Banten dan mengajak, menginstruksikan untuk tidak mengulangi kesalahan dalam Pilgub Banten," ujar Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah menerangkan instruksi Megawati usai pertemuan tertutup di kantor DPD Banten, Kota Serang, Rabu (1/11/2017).
Megawati dalam pertemuan menurut Basarah menekankan pentingnya soliditas dan gotong royong. Pengurus dan kader harus memastikan internal tidak terpecah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain evaluasi kesiapan parpol dalammenghadapi Pilkada serentak, Mega juga mengingatkan pengurus/kader yang menjadi pejabat publik. Integritas harus dijaga. Bila ada pejabat yang tertangkap KPK, maka yang bersangkutan dipecat dari partai
"Tinggal diisi nama. Begitu ada OTT langsung diisi, langsung dipecat. Tidak ada tolerasi bagi yang korupsi di internal PDIP," katanya.
Usung Kader di Pilkada Kota Serang
Basarah memastikan partainya mengusung kader untuk maju di Pilkada Kota Serang. Nama bakal calon yang akan diusung mengerucut kepada Bambang Djanoko yang saat ini menjabat wakil ketua DPRD tingkat kota.
"Dari PDIP satu-satunya yang maju sebagai calon kepala daerah atau wakil kepala daerah Bambang Djanoko," ujar Basarah.
Basarah menjelaskan, dari 4 kabupaten dan kota di Banten, Kota Serang dinilai paling dinamis terkait pencalonan.
"Kita lihat kecanggihan parpol yang akan mengendalikan dan memenangkan Pilkada di Kota Serang," sambungnya.
Sementara itu Ketua DPD PDI Banten, Asep Rakhmatullah mengatakan, partainya hampir dipastikan akan memasangkan kadernya bersama Ranta Soeharta. Ranta yan saat ini menjabat sebagai Sekda Banten disebut juga mendapat dukungan NasDem dan PKS.
"Komunikasi yang kita bangun dengan Pak Ranta, mudah-mudahan kita godok kembali," kata Asep.
Guna menghadapi Pilkada serentak, Asep akan melakukan evaluasi terhadap mesin partai di tingkat paling bawah. Akan ada tindakan tegas bagi pengurus yang tidak solid memenangkan calon kepala daerah. (bri/fdn)











































