Tolak Digusur, Massa PKL Bentuk Barikade Hadang Satpam Unhas
Senin, 30 Mei 2005 10:55 WIB
Makassar - Upaya penggusuran pedagang kaki lima di kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, berlangsung tegang. Para pedagang kaki lima (PKL) membentuk barikade untuk menghadang petugas satuan pengamanan (satpam) Unhas yang akan melakukan penggusuran.Massa penggusur dan yang akan digusur ini berhadap-hadapan di pintu II kampus Unhas, Jl. Perintis Kemerdekaan, sejak pukul 08.00 WITA, Senin (30/5/2005). Satpam Unhas didampingi aparat kepolisian, sedang pedagang yang terdiri dari pria dan wanita itu didampingi para mahasiswa.Satpam Unhas, yang berjumlah 100-an orang melengkapi diri dengan martil dan linggis, alat yang akan digunakan untuk merobohkan bangunan milik pedagang. Sedang polisi yang mendampingi berjumlah 100-an membawa pentungan. Mereka berada di belakang satpam.Sementara massa pedagang, yang hanya terpisah jarak sekitar 20 meter, melengkapi diri dengan batu. Di depan massa dibentangkan spanduk panjang bertuliskan "Rakyat Digusur akan Menjadi Api dalam Setiap Nasi yang Kita Makan."Mereka adalah pedagang yang berjualan di Pintu II Unhas. Mereka pemilik atau pegawai dari sekitar 40 warung di kawasan ini yang akan digusur oleh Rektorat Unhas. Pedagang akan digusur karena tanah yang ditempati milik Unhas.Para pedagang mengakui itu bukan lahannya dan bersedia digusur. Namun karena sudah lama menempati lahan ini mereka meminta rektorat memberikan solusi, menyediakan lahan baru untuk berdagang. Pihak rektorat menolak permintaaan itu.Penggusuran rencananya dilakukan pukul 10.00 WITA. Namun hingga berita ini dilaporkan belum dilakukan penggusuran paksa. Saat ini sedang dilakukan negosiasi antara mahasiswa dengancamat setempat, yakni Camat Tamalantea. Sebelumnya sudah dilakukan negosiasi dengan Kepala Biro Umum Unhas Syamsu Alam Rupa. Namun upaya ini gagal karena pihak Rektorat Unhas berkukuh untuk melakukan pengggusuran.
(gtp/)











































