Wagub DKI Ancam Gantung Pemungut Biaya UN di Monas
Senin, 30 Mei 2005 10:27 WIB
Jakarta - Ujian Nasional (UN) untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) serentak digelar di DKI Jakarta hari ini. Entah serius atau setengah bercanda, Wagub DKI Fauzi Bowo mengancam akan menggantung pemungut biaya pelaksanaan UN."Bila ditemukan sekolah yang memungut biaya akan saya gantung di Monas," kata Fauzi di sela-sela peninjauan pelaksanaan UN di SMKN 27, Jl Sutomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (30/5/2005). Selain SMKN 27, Wagub juga meninjau pelaksanaan UN di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3, Jl Rawasari, Jakarta Pusat, dan SMAN 68, Jl Salemba, Jakpus. Turut hadir dalam kegiatan ini Walikota Jakarta Pusat Muhayat dan Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi DKI Jakarta Margani Mustar.Pelaksanaan UN di Jakarta ini disiapkan anggaran Rp 25,8 miliar yang terdiri dari APBN sebesar Rp 10,8 miliar dan APBD Rp 15 miliar. Dari total anggaran itu sekitar Rp 4,1 miliar disediakan khusus untuk pelaksanaan UN di tingkat SMA, SMK dan MAN.Kunjungan rombongan Wagub ini tentu saja menarik perhatian siswa yang sedang mengerjakan soal UN. Saat melihat situasi di MAN 3 misalnya, siswa kelas 3 IPS 2 yang serius menjawab pertanyaan soal Bahasa Indonesia kontan langsung berhenti.Melihat kondisi itu, Wagub menyempatkan diri berdialog dengan siswa. Fauzi menanyakan apakah ada biaya tambahan yang dipungut sekolah untuk UN. "Tidak," jawab siswa serentak.Usai berkunjung, Wagub mengaku cukup puas dengan pelaksanaan UN hari pertama. "Siswanya juga kelihatan tertib dan disiapkan dengan baik," tukasnya. Soal ujian pada hari pertama UN ini adalah Bahasa Indonesia. Sedangkan pada hari kedua dan ketiga, mata pelajaran yang diujikan Bahasa Inggris dan Matematika. Hasil UN akan diumumkan 30 Juni 2005 mendatang.
(ton/)











































