Siasat 'Politik Senyap' Ridwan Kamil Hingga Kantongi Tiket Cagub

Pilgub Jabar 2018

Siasat 'Politik Senyap' Ridwan Kamil Hingga Kantongi Tiket Cagub

Avitia Nurmatari - detikNews
Rabu, 01 Nov 2017 10:18 WIB
Siasat Politik Senyap Ridwan Kamil Hingga Kantongi Tiket Cagub
Foto: istimewa
Bandung - Ridwan Kamil menjadi orang pertama yang mendapat tiket menuju Pilgub Jabar 2018. Proses panjang yang sudah dilalui ia sebut dengan istilah politik senyap. Apa itu?

Perjalanan politik pria yang karib disapa Emil itu menuju gelanggang perebutan kursi Jabar-1 dimulai pada akhir tahun 2016. Namanya mulai disebut-sebut dalam survei terkait Pilgub Jabar.

"Saya tidak menduga waktu saya diwacanakan (jadi cagub Jabar), saya masih inget itu bulan November 2016, ternyata survei di nomor satu. Nah kemudian, selain kiprah sebagai wali kota, survei politik inilah yang menjadi daya tawar saya ke semua partai," ujar Emil saat berbincang dengan detikcom, Senin (29/10/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Berbekal hasil survei itu, Emil mulai berkomunikasi dengan sejumlah partai. Mulai dari level provinsi hingga pusat. Hingga akhirnya pada 19 Maret 2017, Emil mendapatkan dukungan pertamanya yakni dari Partai NasDem.

"Saya berkomunikasi dari level provinsi sampai DPP. Ada yang menolak, ada yang menahan diri ada yang meminta saya menjadi kader, ada yang meminta syarat-syarat dan lainnya. Nah dimulai lah drama itu di bulan Maret pada saat NasDem mendukung, karena melihat kiprah saya jadi wali kota dan survei sejak bulan November itu konsisten," terangnya.

Emil mengakui dukungan dari NasDem menuai pro kontra. Namun ia mengaku tidak terlalu ambil pusing. "Keputusan itu membuat hidup saya berubah, ada yang mem-bully, ada yang menghakimi, tapi saya ambil hikmahnya. Satu hikmahnya, di dalam politik enggak boleh baper, biasakan tenang. Hikmah kedua, menunjukkan akhirnya kita tahu mana yang betul-betul berkawan, mana yang berkawan karena sesaat kepentingan," ungkap pria berkacamata itu.

Ridwan Kamil dan istri aktif di berbagai kegiatan.Ridwan Kamil dan istri aktif di berbagai kegiatan. Foto: Facebook/Ridwan Kamil

Setelah mendapatkan dukungan dari NasDem, Emil melanjutkan lobi-lobi poitiknya. Namun meski tujuannya untuk meraih dukungan di tingkat provinsi, Emil justru lebih banyak melakukan lobi politik ke tingkat pusat.

"Yang saya pahami di Indonesia, keputusan itu ada di ketua umum. Maka, proporsi saya melobi level provinsi itu mungkin hanya 35 persen. Waktu saya untuk melobi DPP dengan ketua umumnya 65 persen," kata dia,

Sehingga, lanjut Emil, ia tak khawatir saat muncul poros baru di arena Pilgub Jabar 2018. "Saya tidak terlalu khawatir waktu kemarin ada poros baru. Karena itu adalah manuver-manuver politik di level provinsi yang belum tentu di restui di level DPP. Jadi saya enggak reaktif," jelasnya.


Hingga akhirnya suami dari Atalia Praratya itu saat ini sudah mendapatkan tiket untuk maju di Pilgub Jabar. Ia sudah mendapat dukungan dari PKB, PPP dan Golkar.

"Nah perjalanan itulah yang membuahkan, setelah NasDem tiba-tiba mendukung, PKB mendukung, PPP mendukung, setelah PPP tiba-tiba Golkar mendukung. Semua kalau ditarik benang merahnya menyepakati mendukung saya salah satunya karena faktor konsistensi elektabilitas. Karena saya mah itu tadi, bekerja politik dalam senyap," tandasnya. (avi/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads