DetikNews
Selasa 31 Oktober 2017, 18:29 WIB

Nusron Berharap Dakwah Islam Moderat Disesuaikan untuk Millenial

Faiq Hidayat - detikNews
Nusron Berharap Dakwah Islam Moderat Disesuaikan untuk Millenial Foto: Dok. BNP2TKI
Jakarta - Pembina Mata Air Foundation Nusron Wahid meminta dakwah ceramah Nahdlatul Ulama harus berinovasi untuk menyasar kalangan mahasiswa dan pelajar. Penyampaian dakwah harus mudah dipahamai generasi milenial.

"Kita NU harus lebih aktualisasi nilai NU dengan model baru dengan generasi millenial ke kampus, pelajar dan profesional, artinya harus ada inovasi dakwah dan inovasi gerakannya yang lebih menyentuh anak muda dan lebih populis, lebih ngepop dan lebih memukau dan bisa diterima kalangan mahasiswa dan pelajar," kata Nusron kepada wartawan di Restoran Batik Kuring, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (31/10/2017).

"Ini tidak hanya NU saja hampir semua kelompok Islam moderat dalam menyampaikan nilainya harus disampaikan dengan enteng dan tidak disampaikan yang berat bagaimana materi berat dikemas yang enteng dan lunak dengan cara gampang singkat dan padat tapi bisa memahamkan generasi sosial media," sambung mantan Ketua Umum GP Ansor ini.

Menurut Nusron, NU dan Muhammadiyah harus mempunyai segmen dakwah generasi milenial. Sehingga model dakwah di pedesaan harus berbeda untuk generasi milenial.

"Yang sudah berjalan jangan dikritisi tetapi harus ada ekspansi model dakwah kalau segmen masyarakat di kampung belum mengenal budaya pop dikasih model ceramah begitu akan hilang dan akan hilang basis konsituennya karena itu harus ditambah. NU dan Muhammadiyah harus merambah segmen baru yaitu segmen anak muda profesional yang lebih millenial," jelas Nusron.


Untuk ulama populer, Nusron menilai kalangan mahasiswa dan pelajar belum memahami secara utuh antara agama dan negara. Padahal kata dia dalam bernegara tidak harus menjadi negara Islam.

"Menurut data tadi iya hampir ulama yang menjadi panutan. Mereka (mahasiswa dan pelajar) mempunyai nilai agama dan negara belum tuntas seperti Islam dalam bentuk negara, negara harus Islam tidak perlu. Kita punya pandangan negara tidak harus bentuk Islam tetapi nilai agama salah satu islam harus jadi acuan pengambilan keputusan dalam UU," ujar Nusron.

Alvara Research Center mengungkap ulama yang paling populer di kalangan mahasiswa dan pelajar. Ustaz Yusuf Mansur dan Mama Dedeh yang paling populer di kalangan pelajar. Bekerja sama dengan Mata Air Foundation, Alvara Research Center melakukan survei kepada 1.800 mahasiswa dan 2.400 pelajar. Mereka menyasar mahasiwa dan pelajar di seluruh Pulau Jawa dan Kota Besar Jawa di Indonesia.

Survei ini dilaksanakan pada 1 September - 10 Oktober 2017. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka (face to face interview). Responden pada riset ini seimbang pria dan wanita, dengan mayoritas responden wanita menggunakan hijab 79 persen.

Mayoritas responden mahasiswa tingkat 2 dan 3 atau mereka yang saat ini semester 3 dan 6 dengan presentase 27,7 persen dan 27,4 persen. Mayoritas responden usia 20 dan 21 tahun dengan presentase 23,2 persen dan 20,7 persen.

Mayoritas responden berasal keluarga berpendidikan, yaitu kepala keluarga mereka mayoritas berpendidikan sarja 42,9 persen dan SMA 37 persen. Amaliyah keagamaan mereka lakukan adalah Nahdliyin 73,8 persen melaksanakan maulid 56,7 persen laksanakan salat qunut subuh 65,7 persen melakukan ziarah kubur dan 34,1 persen melaksanakan salat tarawih 23 rakaat.


Responden pelajar seimbang pria dan wanita. Untuk responden wanita yang memakai hijab sebanyak 80 persen. Jurusan diambil lebih banyak IPA 64 persen dibanding IPS 34 persen dan bahasa 2 persen. Mayoritas responden berusia 16 tahun 38,2 persen dan 17 tahun 35,7 persen dengan pekerjaan kepala keluarga wiraswasta dan karyawan swasta. Mayoritas amaliyah keagamaan Nahdliyin maulid 86,9 persen, qunut subuh 67,2 persen, ziarah kubur 79,4 persen dan tarawih 23 rakaat 43,3 persen.

Tiga ulama yang populer di kalangan mahasiswa yakni Ustaz Yusuf Mansur 94,6%, KH Abdullah Gymnastiar 90,6% dan Mamah Dedeh 84,3 %. Sedangkan ulama yang populer di kalangan pelajar yaitu Ustaz Yusuf Mansur 88,1 %, Mamah Dedeh 84,3 % dan Ustaz Maulana 81%. Selain itu, ulama panutan kalangan mahasiswa adalah Ustaz Yusuf Mansur, Mamah Dedeh dan KH Abdullah Gymnastiar. Sedangkan yang jadi panutan di kalangan pelajar Ustaz Yusuf Mansur, Mamag Dedeh dan Ustaz Maulana.
(fai/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed