BIN Jangan Panik Atas Perkembangan Kasus Munir
Senin, 30 Mei 2005 08:03 WIB
Jakarta - Badan Intelijen Negara (BIN) jangan terlampau panik atas perkembangan penyidikan kasus kematian Munir. Mudah saja, karena belum tentu BIN terlibat atas meninggalnya aktivis HAM ini.Alasan itu dikemukakan Anggota TPF (Tim Pencari Fakta) Kematian Munir, Usman Hamid ketika dihubungi detikcom di Jakarta, Senin (30/5/2005)."Bisa jadi dari fakta-fakta yang kita temukan di lapangan, justru memastikan bahwa tidak ada keterlibatan BIN di dalamnya," papar Usman yang juga Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras).Usman menilai, pengembangan informasi-informasi dugaan yang diperoleh TPF bukan untuk mendeskriditkan BIN secara lembaga atau anggota BIN secara individu."kita sampai saat ini tengah mencari kepastian mengenai kemungkinan keterlibatan lembaga atau oknum anggota BIN dalam kasus ini. Ini yang harus digaris bawahi," tegas Usman bersemangat.Pihaknya, dalam hal ini TPF, masih belum menentukan adanya keterlibatan siapapun, apalagi keterlibatan oknum anggota BIN dalam kasus kematian Munir. Menurutnya, proses pengungkapan tabir gelap ini masih berlangsung."Hal ini yang harus dipahami, jadi jangan dulu kebakaran jenggot," ungkapnya. Terkait pengungkapan adanya percakapan telepon antara BIN danPollycarpus, temuan itu baru sebatas adanya fakta percakapan saja."Mengenai sifat dan hubungannya (percakapan BIN dan Pollycarpus) seperti apa, pihak yang berwenang menentukan itu adalah penyidik Polri," jelas Usman.
(ism/)











































