DetikNews
Selasa 31 Oktober 2017, 14:26 WIB

Begini Peta Pandangan Keagamaan di Kalangan Pelajar

Faiq Hidayat - detikNews
Begini Peta Pandangan Keagamaan di Kalangan Pelajar Foto: Survei Alvara
Jakarta - Alvara Research Center melakukan survei mengenai sikap dan pandangan pelajar serta mahasiswa tentang radikalisasi agama, khilafah, jihad dan negara Islam di Indonesia. Apa hasil surveinya?

Bekerja sama dengan Mata Air Foundation, Alvara Research Center melakukan survei kepada 1.800 mahasiswa dan 2.400 pelajar. Mereka menyasar mahasiwa dan pelajar di seluruh Pulau Jawa dan Kota Besar Jawa di Indonesia.

"Tujuan untuk mengukur sikap dan pandangan keagamaan kalangan mahasiswa dan pelajar Indonesia tersebut," kata CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali dalam pemaparan hasil survei di Restoran Batik Kuring, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (31/10/2017).

Survei ini dilaksanakan pada 1 September - 10 Oktober 2017. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka (face to face interview). Responden pada riset ini seimbang pria dan wanita, dengan mayoritas responden wanita menggunakan hijab 79 persen.

Mayoritas responden mahasiswa tingkat 2 dan 3 atau mereka yang saat ini semester 3 dan 6 dan presentase 27,7 persen dan 27,4 persen. Mayoritas responden usia 20 dan 21 tahun dengan presentase 23,2 persen dan 20,7 persen.

Mayoritas responden berasal keluarga pendidikan, di mana kepala keluarga mereka mayoritas berpendidikan sarja 42,9 persen dan SMA 37 persen. Amaliyah keagamaan mereka lakukan adalah Nahdliyin 73,8 persen melaksanakan maulid 56,7 persen laksanakan salat qunut subuh 65,7 persen melakukan ziarah kubur dan 34,1 persen melaksanakan salat tarawih 23 rakaat.

Respoden pelajar seimbang pria dan wanita. Untuk responden wanita memakai hijab 80 persen. Jurusan diambil lebih banyak IPA 64 persen dibanding IPS 34 persen dan bahasa 2 persen. Mayoritas responden berusia 16 tahun 38,2 persen dan 17 tahun 35,7 persen dengan pekerjaan kepala keluarga wiraswasta dan karyawan swasta. Mayoritas amaliyah keagamaan Nahdliyin maulid 86,9 persen, qunut subuh 67,2 persen, ziarah kubur 79,4 persen dan tarawih 23 rakaat 43,3 persen.

Hasil survei sebagai berikut:

A. Persepsi terhadap Ormas Islam

Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merupakan Ormas Islam yang paling dikenal mahasiswa dan pelajar. Mahasiswa yang dekat NU 34 % dan yang dekat Muhammadiyah 11,6 %. Pelajar yang dekat NU 45,4 % dan dekat Muhammadiyah 13,6%. Selain itu ada mahasiswa yang menyatakan dekat dengan FPI, HTI, MTA, FUI meskipun presentase tidak terlalu besar.

Presentase anggota di kalangan mahasiswa dalam NU 22,5 % dan Muhammadiyah anggotanya 6,3 % serta Al Wasliyah anggota 1,5 %. Sedangkan pelajar anggota NU 27.2 % dan Muhammadiyah anggota 4,1%.

Begini Peta Pandangan Keagamaan di Kalangan PelajarFoto: Survei Alvara


B. Persepsi terhadap isu sosial keagamaan

Mahasiswa menilai salah secara moral terhadap pergaulan bebas 96,0%, clubbing 86,6 %, prostitusi 92,0%, nikah beda agama 82,3%, poligami 51,2% , perceraian 50,7% dan LGBT 90%. Lalu ada mahasiswa menyatakan lebih memilih bantu Palestina 34,3% dan Pelajar yang membantu Palestina 29,3%.

C. Persepsi terhadap relasi agama dan negara

Pertama pemimpin non muslim. Presentase mahasiswa dan pelajar yang tidak mendukung pemimpin non muslim cukup besar, secara berturut-turut 29,5% untuk mahasiswa dan untuk pelajar 29,7%.

Kedua penerapan Perda Syariah. Kalangan mahasiswa soal Perda Syariah tidak tepat dan membahayakan NKRI 32,8% dan untuk kalangan pelajar 31,3%. Presentase pelajar menyatakan Perda Syariah tepat mengakomodir penganut agama mayoritas 21,9% dan untuk kalangan mahasiswa 19,6 %.

Ketiga negara Islam. Mahasiswa setuju dengan negara Islam sebesar 23,5% dan untuk kalangan pelajar setuju dengan jumlah 16,3%.

Keempat Ideologi negara. Hasilnya mayoritas mahasiswa dan pelajar memilih ideologi Pancasila. Presentase pelajar memilih ideologi Islam 18,6% dan kalangan mahasiswa 16,8%.

Kelima tentang NKRI vs Khilafah. Mayoritas Mahasiwa dan Pelajar lebih setuju dengan NKRI sebagai bentuk negara yang ideal dibanding khilafah. Presentase mahasiswa sstuju dengan khilafah 17,8% dan kalangan pelajar 18,3 %.

Keenam tentang jihad untuk tegaknya negara Islam atau khilafah. Mayoritas mahasiwa dan pelajar tidak setuju untuk berjihad menegakan negara Islam atau khilafah yang setuju dengan berjihad. Presentase mahasiswa yang setuju dengan pernyataan saya siap berjihad untuk tegaknya negara Islam atau khilafah sebanyak 34,4 % dan untuk kalangan pelajar 23,3 %.
(fai/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed